Dahulu, engkau datang seketika
Saat senyap menghampiri
Saat badai itu menguras
air mataku
Engkau hadir,
Dengan sejuta tawa kau
bangunkan aku
Kau sadarkan aku
Dari kebodohan di masa
laluku
Saat caci dan maki
menguras emosi
Mengais-ngais dalam
diri
Ku terhanyut oleh rasa
kalut
Membelenggu,
Menyiksa,
Segala batin dalam jiwa
Namun, sosokmu
menyadarkanku
Akan roda hidup ini,
bila selalu berputar dan akan terus berputar
Hingga fajar dan senja
datang kembali
Membuka lembar cerita
masa kini
Hidup ini kembali
berwarna
Ketika segumpal duka
terbuang oleh waktu
Kini, tak ada lagi rasa
bimbang
Tak ada butiran bening
di rona pipi
Tak ada ambisi dalam
sanubari
Semuanya lenyap jadi
asap
Namun,
Segala rasa itu
perlahan meleleh, mencair bagai gumpalan es
Menusuk relung sukma
penuh sesak mengepung dalam hati
Engkau kemana?
Datang dan menghilang
begitu saja
Menyisakan deraian air
mata
Sungguh, ku tak sanggup
dengan derita ini
Akankah secepat itu,
semua kenangan terasa sepahit ini?
Kediri, 07 Januari 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
jangan lupa komen yahh :)