Kamis, 15 Januari 2015

ARUS SANG WAKTU


Dahulu, engkau datang seketika
Saat senyap menghampiri
Saat badai itu menguras air mataku
Engkau hadir,
Dengan sejuta tawa kau bangunkan aku
Kau sadarkan aku
Dari kebodohan di masa laluku
Saat caci dan maki menguras emosi
Mengais-ngais dalam diri
Ku terhanyut oleh rasa kalut
Membelenggu,
Menyiksa,
Segala batin dalam jiwa
Namun, sosokmu menyadarkanku
Akan roda hidup ini, bila selalu berputar dan akan terus berputar
Hingga fajar dan senja datang kembali
Membuka lembar cerita masa kini
Hidup ini kembali berwarna
Ketika segumpal duka terbuang oleh waktu
Kini, tak ada lagi rasa bimbang
Tak ada butiran bening di rona pipi
Tak ada ambisi dalam sanubari
Semuanya lenyap jadi asap
Namun,
Segala rasa itu perlahan meleleh, mencair bagai gumpalan es
Menusuk relung sukma penuh sesak mengepung dalam hati
Engkau kemana?
Datang dan menghilang begitu saja
Menyisakan deraian air mata
Sungguh, ku tak sanggup dengan derita ini
Akankah secepat itu, semua kenangan terasa sepahit ini?

Kediri, 07 Januari 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

jangan lupa komen yahh :)

Standard API (American Petrolum Institute)

  Oleh: Kivan Agung API yang merupakan singkatan dari American Petrolium Institute merupakan sebuah kode standar yang menentukan kualitas ol...