Aku tak tau harus bagaimana lagi menghadapimu. Dan ku terlalu
lelah dengan sikapmu yang tak sehangat dulu ketika pertama kali kita bertemu.
Kau yang penyayang, perhatian, manis dalam beberapa hal, dan kau yang selalu
membuatku nyaman berada di dekatmu. Kurasa kini kau berubah, yah memang tak
seperti dulu yang selalu menyayangiku. Apa mungkin perubahanmu itu karena kau
mulai bosan mencintaiku, meski katamu kau selalu mencintaiku. Tapi sayang, kau selalu
bilang padaku, kamu bukanlah anak labil yang mudah beralih fikiran. Dan aku
percaya itu.
Saat ini mungkin aku tak menghiraukan sikapmu yang mulai tak
pedulikanku dan menghilang setiap waktu. Tanpa kau berfikir bagaimana
perasaanku yang tak hentinya memikirkanmu. Karena kau tau sayang? saat ini aku
masih menjadikanmu laki-laki satu-satunya yang kucintai. Dan aku tak ingin
kehilanganmu. Namun aku tak pernah tau apa yang akan terjadi di hari yang akan
datang. Aku tak pernah berjanji untuk selalu mencintaimu, namun aku akan selalu
berusaha mempertahankanmu meskipun ku tau itu terlalu sulit. Dan aku tak pernah
tau sayang, sekuat apakah aku mampu bertahan dalam hal ini. Kutakut jiwa ini roboh
karena tak kuat lagi menahan luka yang semakin menumpuk.
Semakin lama aku semakin takut. Takut jika suatu saat kau
pergi dariku. Takut jika ku harus kehilanganmu secara tiba-tiba. Seperti yang
selalu kau katakan padaku sayang, kamu memang aneh. Namun keanehanmu itu yang
membuatmu berbeda. Aku tak pernah peduli dengan mereka yang selalu berkata
buruk tentangmu, yang selalu mencemooh segala tingkahmu yang katanya tak baik.
Aku mengenal kamu adalah dirimu. Kau tau? karena rasa sayang segala keburukan
jadi kelebihan. Aku tak akan menggubris apa kata orang. Yang ku tau kamu
laki-laki terbaik yang kumiliki, jika tidak aku tak akan mungkin menjadikanmu
satu-satunya di hatiku.
Rasanya, aku ingin terlelap dalam keterlenaan yang indah ini.
Saat kau membuatku terbang setinggi angkasa yang damai ini. Kau selipkan
kata-kata manismu dalam percakapan kita di handphone mungil ini, yah lagi-lagi
hanya lewat handphone mungil ini aku terasa berada dekat denganmu. Entahlah,
kapan aku bisa melihat senyuman di bibirmu yang tipis itu lagi, tatapan matamu
yang kupikir tak biasa. Aku rindu suara khasmu saat kau menyanyikan beberapa
lagu untukku dengan gitar kesayanganmu itu. Entah kapan Tuhan mempertemukan kita
kembali sayang, aku tak mengerti. Yang pasti aku tak akan meminta lebih lama
lagi.
Kali ini, ditengah cahaya lampu kamarku yang mulai redup ini
kupusatkan mataku untuk kembali menulis rangkaian kalimat tentangmu. Dan ku
arahkan fikiranku agar melupakan hal-hal buruk yang membuat perasaanku sesakit
tadi. Kau tau sayang? Hanya dengan menulis aku bisa melupakan sejenak rasa
sakit di hatiku ini. Dan hanya lewat tulisan yang berantakan serta kosakata nya
yang tak beraturan ini aku bisa meluapkan segala emosi dalam dada. Inilah
hidupku, hanya dengan menulis ku mampu menemukan kembali semangat hidupku yang
sempat hilang. Aku berharap kamu meluangkan waktumu sedikit saja untuk membaca
tulisanku ini. Aku ingin kau mengerti seberapa berartikah engkau untukku. Sampai-sampai
sosokmu tak pernah hilang dari benakku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
jangan lupa komen yahh :)