Malam ini, entah mengapa aku
kembali memikirkanmu lagi. Sebuah kalimat sederhana yang kau kirimkan padaku
beberapa menit yang lalu ternyata mampu membuat perasaanku tak karuan lagi.
Entahlah inikah yang namanya kalut atau perasaan takut. Ku pikir aku mulai
mengkhawatirkanmu sayang. Sungguh, tanpa tersadar aku ikut merasakan kesakitan
yang kau rasakan saat ini. Yah, kamu sakit. Itu yang kau katakan padaku tadi,
sebelum akhirnya ku terlelap dalam gundah.
Sepertinya, waktu semakin larut.
Namun, belum juga kurasakan tanda-tanda untuk ingin segera terlelap di tempat
tidurku. Aku masih saja resah memikirkanmu, karna lagi-lagi kau tak ada kabar.
Hanya di temani suara merdu rentetan lagu penyanyi idolaku; Bruno mars dan
segelas minuman penghangat ini, ku coba kembali untuk membuka laptop diatas
meja belajarku. Dan kau tau sayang? lagi-lagi hanya untuk sekedar menulis
rangkaian kalimat tentangmu yang tentunya tak pernah terbaca olehmu. Karna ku
tau kau tak suka menggubris hal-hal kecil seperti ini. Semua ini karna kau
menghilang kembali.
Kali ini, aku mencoba untuk
menurut apa katamu sedari dulu untuk selalu percaya denganmu. Mungkin kamu
tertidur lagi atau kamu ingin sejenak memulihkan keadaanmu, iya kan sayang? hingga
kau melupakanku yang setengah mati memperdulikanmu. Aku tidak ingin sebodoh
kemarin lagi. Hingga membuatmu marah sedahsyat itu padaku. Karna rasa curigaku
yang memang itu salah.
Meski kita tak sering bertemu.
Meskipun aku tak sering melihatmu dalam nyata. Dan hanya lewat handphone mungil
ini kita bertukar cerita setiap hari. Tapi percayalah sayang, aku tetap
mencintaimu. Dan kini, aku sungguh merindukanmu. Aku rindu kata bijak dari
mulutmu, hangat pelukan tubuhmu, genggaman jemarimu, dan ku rindu suara detak
jantungmu yang kau tau sangat ku sukai, serta tatapan matamu yang kaupun
mengerti sangat kutakuti. Tetapi entah mengapa kini ku sungguh merindukan
tatapan itu, dan semua yang kutuliskan itu. Yah, ku tau mungkin karna sudah
terlalu lama kita tidak berjumpa. Setelah hampir satu bulan yang lalu ku
merasakan semua itu.
Bukan karena hati kita jauh
apalagi tempat kita terlalu jauh. Akan tetapi mungkin memang belum waktunya
kita kembali bertemu. Seperti yang selalu kau katakan padaku sayang. Jika
memang sudah waktunya bertemu, pasti kita akan bertemu. Aku percaya pada
saatnya Tuhan pasti akan mempertemukan kita kembali. Terlalu dekat namun
terlalu sulit bertatap muka. Itu pedih.
Dan kini, aku hanya bisa berdo’a
untuk kesembuhanmu. Ku ingin kau lekas kembali seperti biasanya yang ceria dan
penuh tawa. Meski perhatianku tak kau gubris sedikitpun. Dan kekhawatiranku tak
kau hiraukan sekalipun. Aku masih tetap bisa tersenyum dan inginkan kau untuk
tak merasakan sakit itu lagi.
Aku begini karna aku
menyayangimu. Dan kau mengerti sayang? kamulah alasanku untuk menjadi sekuat
ini, meski berkali-kali karena sikapmu tanpa sadar kau melukaiku.
Dari gadis mungil
yang sangat mencintaimu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
jangan lupa komen yahh :)