Senin, 26 Mei 2014

saat dunia tak lagi sama :)


Inikah Pertemuan Terakhir Kita?


Kepolosanmu, ketidakpedulianmu yang sangat tinggi, sifat acuh dan tak mau tau serta keanehanmu. Mungkin itulah yang kutangkap saat pertama kali aku mengenalmu. Namun yang paling ku suka darimu, kamu sosok pria sederhana dan apa adanya. Di keseharianmu aku tau kau tak banyak gaya. Penampilanmu juga biasa. Tetapi mengapa buatku kamu istimewa. ada satu hal yang tak pernah bisa kulupakan hingga saat ini, tatapan matamu selalu meracuni otakku.

Menurutku kamu berbeda dari pria lainnya. Perbedaanmu menumbuhkan ruang tersendiri dihatiku. Kau tau sayang? Dulu aku merupakan sosok wanita yang tak banyak tingkah. Namun karenamu aku sering bertindak konyol. Entahlah didekatmu, kekonyolan-kekonyolan itu tercipta dengan sendirinya.

Kita memang tak lama saling mengenal. Tiga tahun mungkin itulah rentetan waktu saat aku mengenalmu. Saat kita sama-sama berada di masa yang paling indah -– putih abu-abu. Banyak cerita diantara kita dan lainnya. banyak kenangan yang tak mungkin aku lupakan. Selain sahabatku, kamu orang berharga dan berarti dihidupku. Namun bedanya kau tak pernah benar-benar kumiliki. Mungkin hanya sebuah ilusi, mengertikah kamu selama ini?

Didalam sejarah hidupku kamu tetap menjadi bagian penting di hidupku yang akan ku kisahkan pada anak cucuku kelak. Bahwa aku bahagia pernah mengenalmu. Meskipun jujur terlalu menyakitkan. Aku tau, orang-orang yang datang di kehidupanku tak semuanya harus kumiliki. Ada saatnya dimana mereka harus pergi. Dan akan ada yang datang kembali. Aku mengerti seperti itulah hidup. 

Di acara pensi beberapa hari yang lalu. Sebagai tanda tertutupnya cerita indah di masa SMA. Akankah itu menjadi pertemuan terakhir kita sayang? inikah saat yang paling kubenci --- perpisahan. Kau yang tiba-tiba mampu membuatku tertegun tak berkutik. Dengan penampilanmu di panggung megah diacara pensi sekolah kita itu. Sungguh kau luar biasa mengagumkan. 

Aku menyesal satu hal. Mengapa disaat terakhir kita bertemu kau tak mengucap sepatah katapun untukku. Kau hanya memberikan sebuah tatapan yang akupun tak pernah mengerti apa arti semua itu. Seharusnya kau tau apa yang kuinginkan. Oh Tuhan aku lupa, kamu hanya manusia biasa. Bagaimana mungkin kau mengerti isi hatiku. Apalagi mewujudkannya. Mustahil bukan!

Kini kita sudah sama-sama dewasa. Dan mungkin kita punya jalan masing-masing. Tak akan kugantungkan harapanku padamu. Biarlah seperti ini kisah kita yang selama ini kita jalani. Aku akan tetap menjadi aku. Dan kamu akan tetap menjadi kamu. Yang tak bisa kupungkiri sampai saat ini aku masih mencintaimu.

Jika ada sebuah pertemuan
Pasti akan ada sebuah perpisahan nantinya
Dan disaat itu telah tiba
Inikah waktunya kita memang harus berpisah

Standard API (American Petrolum Institute)

  Oleh: Kivan Agung API yang merupakan singkatan dari American Petrolium Institute merupakan sebuah kode standar yang menentukan kualitas ol...