Perkenalan Singkat Berskenario Dramatis
Mungkin masih terlalu
singkat bila kuharus menulis coretan kata tentangmu. Karna perkenalan kita
tidak bisa dibilang cukup lama. Baru beberapa hari yang lalu, ya belum genap
satu minggu sejak pertama kali ku jumpa denganmu. Pria aneh yang selalu
menatapku dengan tatapan yang kupikir tidak biasa. Aku tak tau siapa kamu,
kurasa aku tak pernah melihatmu selama rentetan hari menegangkan sekaligus
menyenangkan di waktu itu, ospek. Meskipun ternyata kita satu jurusan dan
akhirnya kita satu kelas perkuliahan. Baru, di acara penutupan malam minggu
kemarin aku mulai mengenalmu. Alhasil, kamu pria aneh yang tak banyak bicara
namun sekali kau mengucap kata itu terasa bermakna.
Sabtu itu aku
sendiri, tak ada satu orangpun yang kukenal kujumpai disana. Seperti biasa
diantara beribu-ribu mahasiswa yang hadir dan berlalu lalang disekelilingku tak
kunjung kutemui keberadaan salah seorangpun dari temanku. Kamu dengan
segerombol teman-temanmu yang akupun juga tak mengenal siapa mereka dan dari
mana mereka dengan tanpa permisi duduk disampingku. Aku hanya bisa tersenyum
tipis, tanpa banyak berucap kata. Semula kamu hanya terdiam cukup lama dan asik
berbincang dengan teman-temanmu itu sambil sesekali kau pusatkan pandanganmu ke
arahku. Dan kau tau aku tau itu. Tetapi beberapa detik kemudian, entah mujizat
dari manakah yang akhirnya mampu menggerakkan mulutmu untuk mulai berucap kata
denganku.
Dan itulah pertama
kalinya aku mengenalmu. Kita mulai banyak bertukar cerita. Selama berjam-jam
acara penutupan itu tidak kunjung dimulai juga. Dari mulai sejak pagi hingga
menjelang siang. Sebenarnya rasa bosan itu pasti ada. Namun seketika lenyap
disapu waktu saat aku mendengarkan kalimat-kalimat bijak yang keluar dari
mulutmu. Meskipun aku baru kenal denganmu, tetapi kutahu kau pria baik-baik meskipun
tak berpenampilan rapi dan menarik.
Tiba-tiba dari
sekerumunan mahasiswa satu-persatu mulai terlihat memasuki gedung megah itu. Akan
tetapi kulihat kamu tetap terlihat santai dan tak menggubris sedikitpun. Akupun
mulai berrdiri dan bergegas pergi dari tempat itu. Dan masih kuingat betul
kalimat terakhirmu sebelum kulangkahkan kaki untuk berjalan.
“Sampai ketemu lagi
ya, masih ingat wajahku kan?”
Aku hanya bisa
tersenyum dan mengangguk. Dalam hati aku berfikir, mana mungkin kita bertemu
kembali, kurasa mustahil kubisa berjumpa denganmu lagi karna manusia-manusia
disini tak sedikit.
Seketika aku pergi
dan segera merapat bersama teman-teman yang lainnya. Setelah beberapa menit
berputar mengelilingi gedung untuk mencari tempat persinggahanku dengan satu
program studi. Lalu ku menemukannya. Ternyata tempatku berada di pojok paling
atas. Suasana riuh germbira mulai terlihat dikala itu. tak sedikit dari mereka
saling tertawa dan bercengkerama. Aku ikut merasakan kebahagiaan seharian itu.
Bersama teman-teman baruku dan pria aneh itu. sungguh ku tak menyangka, tanpa
sengaja kutengok pandanganku ke arah belakang tempat dudukku. Ternyata ku
menemuimu disana. Oh Tuhan ada apa ini? Mengapa ku harus bertemu dengan wajah
itu kembali?
Dengan senyuman manis
di bibirmu, seolah kau hanya melibatkan mata untuk berbicara tanpa kata. Akupun
ikut tersenyum miris membalas tatapanmu. Ku mencoba berlaku seolah semuanya
baik-baik saja. lalu kupusatkan kembali otakku pada rangkaian acara istimewa di
hari itu.
Dentang jampun terus
berputar. Rangkaian acara demi acara silih berganti. Kucoba menikmati seharian
itu dengan tawa lepas bersama teman-teman segerombolanku. Sekilas kumelupakan
sosok pria aneh dibelakangku. Namun, entah bagaimana? tanpa kusadari ternyata
kamu pria bersenyum khas dengan gaya rambutmu yang tak karuan tiba-tiba berada
tepat disampingku. Aku mengaku cukup tercengang saat melihat matamu sedekat itu
lagi. Ku tak melihat ada beban sama sekali, yang kulihat kedamaian dalam jiwa.
Sempat ku tak
percaya, ternyata takdir memang tak ada yang tak mungkin. Ku tak tau bagaimana
perasaanku saat itu. Hampir tak dapat berkata apa-apa. Perhatian-perhatian
kecil yang kau berikan untukku seolah mampu menghipnotisku dalam keterlenaan.
Kata-kata bijak yang terlontar dari mulutmu seolah membuatku kagum luar biasa.
Tindakan-tindakan manis yang kau lakukan kepadaku seolah membuatku semakin
merasa istimewa. Sebenarnya pria darimanakah kamu berasal? Mengapa kuharus
berjumpa denganmu disini?
Siangpun berganti
malam. Malam puncak yang ditunggu-tunggupun akan segera tiba. Tak sabar rasanya
menanti malam yang penuh haru biru itu.
Satu persatu cahaya
bohlam di dalam gedung itu mulai terpejam. Biarpun terdengar suara-suara
gemuruh saling bersahutan. Tepukan tangan yang keras saling bergelud ria.
Kerlap-kerlip lampion semakin memperlengkap kesempurnaan suasana gembira malam
itu. Serta riuh tawa semakin membabi buta saat grup band “Hello” mengguncang
gedung itu. Penampilannya sunnguh menggetarkan seisi gedung megah itu. Semua
duka masalah seolah lenyap seketika.
Kulihat pria manis
disampingku mulai menikmati suasana indah malam itu. Saat semua orang-orang
dihadapanku mulai berdiri dan bernyanyi bersama penuh ambisi, kamu tanpa
bertanya menarik tanganku dan mengajakku berdiri untuk melampiaskan semua
emosi. Aku hanya bisa mengikuti ajakanmu, meski sebenarnya kutak pernah
bertindak sekonyol itu. Semua yang tak mungkin menjadi mungkin. Tatapan mata
yang semakin sering kau lakukan padaku sedikit membuatku semakin gugup. Ehtah
apa arti tatapan itu. akupun tak mau memusingkan semua hal itu.
Dobrakan aksi Hello
band mampu menghipnotis semua manusia ditempat itu. Termasuk aku dan pria manis
itu. Benar-benar malam istimewa yang sempurna. Perkenalan singkat berskenario
dramatis. Semoga tulisanku kali ini menjadi kenangan kita di hari esok yang
akupun tak tau akan bagaimana?
Untukmu pria aneh bersenyum
khas