Senin, 22 September 2014

winner -0- number one :)


Untaian rindu jemari langit “part II”

Di tengah teriknya sang surya
Di telan ulaman air kehidupan
Tak peduli badai menerjang diri
Menepis kelamnya hidup penuh caci
Tertindas, terbelakang, dan tak seorangpun perduli
Tak ada torehan dari penguasa bumi pertiwi
Adilkah ini?
Untuk kaum bawah negeri ini
Maraknya peristiwa kecil pembawa derita
Semakin merajalela mempermainkan negara
Korupsi, kolusi, nepotisme dimana-mana
Itukah kesejahteraan yang sesungguhnya?
Untaian rindu jemari langit
Terurai bebas kesudut bumi
Meminta keadilan tak tersingkir lagi
Akankah suara ini kan terpenuhi?




Binti riska NA

Kamis, 18 September 2014

Untukmu pria aneh bersenyum khas


Perkenalan Singkat Berskenario Dramatis

Mungkin masih terlalu singkat bila kuharus menulis coretan kata tentangmu. Karna perkenalan kita tidak bisa dibilang cukup lama. Baru beberapa hari yang lalu, ya belum genap satu minggu sejak pertama kali ku jumpa denganmu. Pria aneh yang selalu menatapku dengan tatapan yang kupikir tidak biasa. Aku tak tau siapa kamu, kurasa aku tak pernah melihatmu selama rentetan hari menegangkan sekaligus menyenangkan di waktu itu, ospek. Meskipun ternyata kita satu jurusan dan akhirnya kita satu kelas perkuliahan. Baru, di acara penutupan malam minggu kemarin aku mulai mengenalmu. Alhasil, kamu pria aneh yang tak banyak bicara namun sekali kau mengucap kata itu terasa bermakna.

Sabtu itu aku sendiri, tak ada satu orangpun yang kukenal kujumpai disana. Seperti biasa diantara beribu-ribu mahasiswa yang hadir dan berlalu lalang disekelilingku tak kunjung kutemui keberadaan salah seorangpun dari temanku. Kamu dengan segerombol teman-temanmu yang akupun juga tak mengenal siapa mereka dan dari mana mereka dengan tanpa permisi duduk disampingku. Aku hanya bisa tersenyum tipis, tanpa banyak berucap kata. Semula kamu hanya terdiam cukup lama dan asik berbincang dengan teman-temanmu itu sambil sesekali kau pusatkan pandanganmu ke arahku. Dan kau tau aku tau itu. Tetapi beberapa detik kemudian, entah mujizat dari manakah yang akhirnya mampu menggerakkan mulutmu untuk mulai berucap kata denganku.  

Dan itulah pertama kalinya aku mengenalmu. Kita mulai banyak bertukar cerita. Selama berjam-jam acara penutupan itu tidak kunjung dimulai juga. Dari mulai sejak pagi hingga menjelang siang. Sebenarnya rasa bosan itu pasti ada. Namun seketika lenyap disapu waktu saat aku mendengarkan kalimat-kalimat bijak yang keluar dari mulutmu. Meskipun aku baru kenal denganmu, tetapi kutahu kau pria baik-baik meskipun tak berpenampilan rapi dan menarik.

Tiba-tiba dari sekerumunan mahasiswa satu-persatu mulai terlihat memasuki gedung megah itu. Akan tetapi kulihat kamu tetap terlihat santai dan tak menggubris sedikitpun. Akupun mulai berrdiri dan bergegas pergi dari tempat itu. Dan masih kuingat betul kalimat terakhirmu sebelum kulangkahkan kaki untuk berjalan.

“Sampai ketemu lagi ya, masih ingat wajahku kan?”

Aku hanya bisa tersenyum dan mengangguk. Dalam hati aku berfikir, mana mungkin kita bertemu kembali, kurasa mustahil kubisa berjumpa denganmu lagi karna manusia-manusia disini tak sedikit. 
Seketika aku pergi dan segera merapat bersama teman-teman yang lainnya. Setelah beberapa menit berputar mengelilingi gedung untuk mencari tempat persinggahanku dengan satu program studi. Lalu ku menemukannya. Ternyata tempatku berada di pojok paling atas. Suasana riuh germbira mulai terlihat dikala itu. tak sedikit dari mereka saling tertawa dan bercengkerama. Aku ikut merasakan kebahagiaan seharian itu. Bersama teman-teman baruku dan pria aneh itu. sungguh ku tak menyangka, tanpa sengaja kutengok pandanganku ke arah belakang tempat dudukku. Ternyata ku menemuimu disana. Oh Tuhan ada apa ini? Mengapa ku harus bertemu dengan wajah itu kembali?

Dengan senyuman manis di bibirmu, seolah kau hanya melibatkan mata untuk berbicara tanpa kata. Akupun ikut tersenyum miris membalas tatapanmu. Ku mencoba berlaku seolah semuanya baik-baik saja. lalu kupusatkan kembali otakku pada rangkaian acara istimewa di hari itu. 

Dentang jampun terus berputar. Rangkaian acara demi acara silih berganti. Kucoba menikmati seharian itu dengan tawa lepas bersama teman-teman segerombolanku. Sekilas kumelupakan sosok pria aneh dibelakangku. Namun, entah bagaimana? tanpa kusadari ternyata kamu pria bersenyum khas dengan gaya rambutmu yang tak karuan tiba-tiba berada tepat disampingku. Aku mengaku cukup tercengang saat melihat matamu sedekat itu lagi. Ku tak melihat ada beban sama sekali, yang kulihat kedamaian dalam jiwa.

Sempat ku tak percaya, ternyata takdir memang tak ada yang tak mungkin. Ku tak tau bagaimana perasaanku saat itu. Hampir tak dapat berkata apa-apa. Perhatian-perhatian kecil yang kau berikan untukku seolah mampu menghipnotisku dalam keterlenaan. Kata-kata bijak yang terlontar dari mulutmu seolah membuatku kagum luar biasa. Tindakan-tindakan manis yang kau lakukan kepadaku seolah membuatku semakin merasa istimewa. Sebenarnya pria darimanakah kamu berasal? Mengapa kuharus berjumpa denganmu disini?

Siangpun berganti malam. Malam puncak yang ditunggu-tunggupun akan segera tiba. Tak sabar rasanya menanti malam yang penuh haru biru itu. 

Satu persatu cahaya bohlam di dalam gedung itu mulai terpejam. Biarpun terdengar suara-suara gemuruh saling bersahutan. Tepukan tangan yang keras saling bergelud ria. Kerlap-kerlip lampion semakin memperlengkap kesempurnaan suasana gembira malam itu. Serta riuh tawa semakin membabi buta saat grup band “Hello” mengguncang gedung itu. Penampilannya sunnguh menggetarkan seisi gedung megah itu. Semua duka masalah  seolah lenyap seketika.

Kulihat pria manis disampingku mulai menikmati suasana indah malam itu. Saat semua orang-orang dihadapanku mulai berdiri dan bernyanyi bersama penuh ambisi, kamu tanpa bertanya menarik tanganku dan mengajakku berdiri untuk melampiaskan semua emosi. Aku hanya bisa mengikuti ajakanmu, meski sebenarnya kutak pernah bertindak sekonyol itu. Semua yang tak mungkin menjadi mungkin. Tatapan mata yang semakin sering kau lakukan padaku sedikit membuatku semakin gugup. Ehtah apa arti tatapan itu. akupun tak mau memusingkan semua hal itu. 

Dobrakan aksi Hello band mampu menghipnotis semua manusia ditempat itu. Termasuk aku dan pria manis itu. Benar-benar malam istimewa yang sempurna. Perkenalan singkat berskenario dramatis. Semoga tulisanku kali ini menjadi kenangan kita di hari esok yang akupun tak tau akan bagaimana?


Untukmu pria aneh bersenyum khas

Selasa, 16 September 2014

Selamat datang dihidupku yang baru :)


Sebingkai harapan

Selamat tinggal masa remaja. Dan selamat datang masa dewasa. Ku ingin membuka lembaran baru bersama orang-orang yang baru, yang tak kusangka sebelumnya kita bisa saling dekat hingga menjadi sahabat. Beberapa hari yang lalu pertemuan itu terjadi. Dimana aku, dia, dan mereka mulai saling bertukar cerita. Kita memang tak sama, dan aku menghargai perbedaan kita.

Saat itu kita baru saja menjadi mahasiswa baru. Yah, hal yang kutunggu-tunggu. Biarpun kata orang ptmb atau kebanyakan orang menyebutnya ospek itu menakutkan, menyeramkan, apalagi saat menanggapi kegilaan-kegilaan para senior nanti. Namun nyatanya semua itu tak seperti kata mereka. Yang kutemui kebahagiaan luar biasa yang tak akan pernah terlupa dalam sejarah hidupku.

Disini aku menemukan banyak hal baru yang tak ku temukan dihidupku yang dulu. Aku tau sekarang aku bukan lagi gadis remaja yang selalu menuruti apa kata orang tua, yang selalu suka merepotkan orang tua, yang selalu meminta perlindungan orang tua setiap saat. Tetapi aku sekarang adalah gadis dewasa yang semuanya harus bisa mandiri. Dan kupilih sendiri jalan hidupku yang nantinya harus ku jalani. Bahkan kini aku tak lagi dekat dengan mereka. Ini waktunya aku untuk mengejar semua mimpiku yang telah kurilis sejak dahulu.

Satu minggu, pembekalan terpadu mahasiswa baru itu telah berlalu. Suasana riuh, haru, menegangkan sudah tersapu waktu. Keharmonisan dalam lingkup kecil dunia perkuliahan mampu menjadi obat penyembuh rasa penasaran yang memuncak di waktu itu. cerita singkat diantara kita yang melaju begitu cepat menyisakan banyak kenangan baru terasa begitu istimewa. Itulah beberapa hari kebersamaan kita yang penuh dengan sepenggal bahagia.

Jika mengingat itu, rasanya kuingin menahan waktu. Agar semuanya tak berlalu begitu cepat dan menyelinap menumbuhkan kerinduan yang menggebu. Aku rindu kejadian-kejadian manis itu. saat perkenalan kita pertama kali. Saat-saat konyol kita menjalani hukuman bersama karna ketidakdisiplinan kita. Yang sebelumnya belum pernah kulakukan. Saat menjadi pemenang ajang kompetisi dari ribuan mahasiswa lainnya. aku mengaku ingin mengulang semua saat itu.

Tuhan memang baik. Ia selalu mempertemukanku dengan orang-orang yang terbaik. Meski terkadang tak berujung dengan kebaikan. Aku tau, hidup memang silih berganti. Aku pernah sedih karna kehilangan orang-orang terdekatku yang sangat kusayangi. Namun sekarang Tuhan mempertemukanku dengan orang-orang baru yang mampu menghapuskan kesedihan di waktu itu. 

Terimakasih Tuhan. Kau selalu memberikan anugrah terindahmu di hidupku. Aku tak akan lupa bagaimana kuharus mensyukuri setumpuk nikmatmu untukku. 

Sebingkai harapan baru sepenggal semangat baru.

Selamat datang dihidupku yang baru.


Standard API (American Petrolum Institute)

  Oleh: Kivan Agung API yang merupakan singkatan dari American Petrolium Institute merupakan sebuah kode standar yang menentukan kualitas ol...