Kamis, 07 April 2016

Sinar Sang Jewel Kehidupan



Bersama embun ia mulai menapakkan kaki
Melesat cepat dalam hamparan sang mentari
Perlahan kaku dan membisu mulai tersapu waktu
Hilangkan ambigu dalam pandangan semu yang kelabu
Aku mengaku hanyut terpaku menatap dunia
Saat bayangan nyata itu menjelma dalam raga
Hadirkan tawa dalam selip cerita penuh makna
Ku tahu semuanya telah berbeda dalam angan
Luka yang dalam terhapus halus tak tertahan
Seperti hayal yang membumbung dalam benak
Melepas kelamnya ilusi pada nestapa
Dalam diam ku coba merangkul asa
Memahami indahnya sosok lembut yang menyapa
Saat kejamnya sinar mulai datang menyelimuti
Merasut jiwa mengais-ngais dalam diri
Bersamanya segala kalut tak lagi akut
Bersama sinar itu segala kemustahilan jadi keindahan
Dan sekali lagi karenanya segala senyap jadi asap
Seketika lenyap di hanguskan rasa ungkap
Bagiku, sinar jewel itu adalah kamu
Sosok di lingkup kecil ruang hatiku

Kediri, 06 Desember 2014

Sebongkah Berlian pada Semesta



Butiran tawa yang bergerilya dalam raga
Merubah suasana dalam sergapan dunia
Kebodohan yang membumihanguskan semesta
Sekarang surut perlahan secara nyata
Itulah perputaran arus sang waktu
Ciptakan manusia-manusia berilmu
Penuh tekad dan semangat rasa haru
Lahirkan kehidupan baru yang lebih maju
Karena pengetahuan semakin menelusup dalam kalbu
Sebongkah berlian pada semesta
Wujudkan mimpi nyata dalam jiwa
Melahap wawasan setinggi-tingginya
Merajut berkah dalam setiap langkah
Wahai Mahasiswa pada semesta
Engkaulah berlian Negeri yang sangat berharga
Penopang masa depan penguat Bangsa
Musnahkan segala gengsi dalam diri
Lenyapkan ambisi dalam nurani
Hedonis mulai tersingkir pada hati
Luapkan segala ilusi yang tak pasti
Sebongkah berlian pada semesta
Raihlah cita tak ada matinya
Menembus segala macam gejolak rasa
Yang terkadang bergemuruh dalam angan manusia
Keseriusan, kepedulian sejati harus tercipta
Ikut serta membangun Negara kita tercinta
Tak ada lagi foya-foya yang tercipta
Menghambur-hamburkan duit orang tua
Prinsip hidup yang mulia itulah kuncinya

Kediri, 22 Oktober 2015

SEBERKAS LENTERA DALAM KALBU



Kala senyap yang meluap penuh harap
Menggoreskan segelintir angan yang terkenang
Sejuta mimpi yang membumbung dalam hati
Menjadi nyata ketika hadirnya mulai menyapa
Kala itu, waktu terasa sempurna dalam nyata
Goreskan tawa dalam selip cerita penuh makna
Itukah kebahagiaan sejati yang sesungguhnya?
Ketika secuil kata mampu tumbuhkan semangat dalam dada
Karena air mata tak lagi menetes karena sayatan luka
Ketika segalanya jadi berbeda tanpa guratan duka yang melanda
Aku mengaku bahagia terbawa arus sang waktu
Mengarungi setiap putaran roda kehidupan
Menjelajahi setiap ulaman liku-liku bahtera pada semesta
Seketika rasa haru meleleh jadi butiran bening yang menderu
Sungguh ku tak kuasa menahan segala gejolak dalam jiwa
Menampung segala berkah dalam setiap langkah
Kutakut, segalanya akan cepat sirna begitu saja
Mengalir halus dan hilang melesat seperti kilat
Wahai, seberkas lentera dalam kalbu
Engkaulah sebongkah berlian berharga dihatiku
Penumpas segala gundah yang tak terarah
Pencipta setiap tawa yang menguatkan raga
Akankah selamanya, seberkas lentera menyambut asa?
Menjadi semangat luar biasa yang selalu lekat tak berkarat
Mungkin hanya satu inginku yang menggebu
Tetaplah jadi lentera kecil dalam kalbu
Menemaniku selalu, hingga ujung waktuku

Standard API (American Petrolum Institute)

  Oleh: Kivan Agung API yang merupakan singkatan dari American Petrolium Institute merupakan sebuah kode standar yang menentukan kualitas ol...