Haruskah aku yang selalu berjuang sendirian ?
Dalam hidup pasti ada bahagia ataupun luka.
Terkadang kita selalu bertanya-tanya tentang arti sebuah
kehidupan.
Dimana kita harus mampu berjuang untuk menghantam kejamnya
kehidupan.
Namun ada pula disaat kita benar-benar merasa terpuruk.
Disitulah Tuhan sedang menguji seberapakah kita mampu
bertahan.
Untuk bangkit dan melawan kegelapan.
Ataukah diam dan tenggelam dalam keterpurukan.
Yang ku tau Tuhan itu maha segalanya.
Tuhan apakah arti semua ini? Apakah
ini memang takdirmu yang tak mampu aku rubah ataupun aku cegah? aku tau aku
hanya manusia biasa. Yang hanya mampu berusaha dan berdo’a untuk memperjuangkan
hidup dan kehidupanku saat ini.
Aku memang bukan siapa-siapa.
Hadirkupun tak pernah berarti untuknya. Namun salahkah bila aku benar-benar
menyayanginya. Akupun tak pernah berharap untuk memilikinya. Aku hanya berharap
dia tak akan mendapatkan orang yang salah.
Tiga tahun menguap cepat . Hati ini
masih memilihnya. Meskipun ku tau dia telah bahagia bersama orang yang
dicintainya. Wanita yang mungkin lebih baik dan sempurna daripada aku. Jika
tidak, dia tak mengkin menjadikan wanita itu satu-satunya yang paling berharga
baginya.
Meskipun hati ini terlalu sering
merasakan perih. Bahkan mungkin semakin pedih. Tapi entahlah rentetan air mata
yang terus mengalir tak mampu merubah sebuah rasa dihatiku. Bahkan kau tau?
Sedikitpun aku tak mampu melupakanmu apalagi membencimu. itu mustahil !!!
Untukmu cowok misterius yang membuatku
selalu terkagum.
Kau yang sederhana dan apa adanya.
Itulah yang membuatmu begitu istimewa.
Tuhan mengapa aku harus selalu
mendambanya? Sedangkan aku selalu tau aku tak pernah pantas untuknya. Aku
siapa. Dan dia siapa.
Dulu aku sudah berusaha keras melupakannya.
Berbagai macam cara aku lakukan. Apalagi setelah ku tau dia telah bahagia
dengan wanita pilihannya. Tak munafik. Hati ini hancur. Air matalah yang
berbicara. Menjadi saksi kepedihan dalam hati.
Namun usahaku sia-sia. Kau yang begitu
ingin ku lupakan selalu mampu memberiku kebahagiaan-kebahagiaan kecil yang
semakin lama tumbuh di hatiku.
Waktu selalu mempermainkan perasaanku.
Membuatku bertanya dan terus bertanya-tanya adilkah ini?
Dulu, rasanya begitu mudah melupakan
seseorang yang pernah singgah dihatiku. Seorang mantan kekasih yang terlalu
banyak memberikan kenangan-kenangan indah. Seorang mantan kekasih yang pernah
menjadi seseorang yang begitu berharga. Tak terlalu sulit untuk melupakannya.
Namun sekarang yang ku ingin hanya melupakan seseorang yang bukan siapa-siapa
rasanya begitu sulit. Bahkan terlalu sulit. Mengapa Tuhan?
Takdir memang tak bisa di tebak.
Dulu. Disaat aku benar-benar ingin bersamamu.
Namun takdir menjauhkan kita.
Tetapi sekarang. Disaat aku benar-benar ingin
melupakanmu. Justru takdir yang mendekatkan kita.
Inikah sebuah tanda tanya yang tak akan pernah
ada sebuah jawaban?
Haruskah aku yang selalu berjuang sendirian?
Untuk mencintaimu ataupun untuk melupakanmu.
Haruskah aku yang selalu berjuang keras?
Untuk sesuatu ketidakpastian.
Haruskah aku yang selalu mengalah?
Untuk memperoleh kemenangan yang sesungguhnya.
Kau tau, seberapa keras usahaku untuk melupakanmu?
Kau tau, seberapa besar keinginanku untuk membuang jauh rasa
dihatiku?
Kini, kau tiba-tiba datang lagi. Membumihanguskan
keinginanku. Memupuskan semua harapanku. Seolah kau tak pernah berbuat apa-apa.
Senyuman kecil selalu kau hadirkan setiap dua pasang mata ini bertemu. Mulut
memang tak mampu saling menyapa. Tapi tatapan mata yang berbicara.
Aku takut jatuh kedalam lubang yang
sama. Aku takut perasaanku semakin dalam untukmu lagi. Memang, terlalu dekat
jarak diantara kita. Namun terlalu jauh untukku meraih genggamanmu.
Mengapa Tuhan. Kau hadirkan kembali
dia dikehidupanku yang baru ini? Mengapa harus dia? Mengapa bukan orang lain?
Untukmu cowok misterius yang selalu
mempermainkan perasaanku.
Aku berharap lewat tulisan sederhana
ini kamu tau. Betapa aku begitu mendambamu. Sejak awal kita bertemu. Hingga
sekarang masih tetap sama. Meski ku tau kau telah bahagia bersamanya. Meski
terlalu sering kau melahirkan air mata di wajahku. Tapi cinta ini tak akan
pernah pudar untukmu :*
Aku
tak pernah menyesal telah mengenalmu.
Meskipun
berbagai macam cara ku lakukan untuk melupakanmu.
Aku
tak pernah menyesal telah mengenalmu.
Karna
kamu,
Pernah
menjadi bagian penting dalam hatiku.
Karna
kamu,
Mampu
mengajariku arti sebuah keikhlasan.
Aku
bahagia karna telah mengenalmu.

