Beberapa hari yang lalu, tepatnya
tanggal 10 januari 2015 saya dan teman-teman satu kelas akhirnya berangkat
liburan. Meskipun tidak jauh dari tempat dimana kami menempuh pendidikan di
perguruan tinggi ini, dan ternyata masih satu kota dengan kampus kami tercinta
yaitu di kota kediri tepatnya di kampung Ndalem pojok, kecamatan wates (Situs
Bung Karno), namun rentetan waktu yang kita jalani beberapa hari ini cukup
menyenangkan dan memberikan banyak pengetahuan serta ilmu yang bermanfaat.
Liburan kali ini memang berbeda
dari liburan-liburan pada umumnya yang memprioritaskan kepuasan dan kesenangan
semata tanpa menghiraukan hasil setelahnya yang akan di dapat. Kami memang
merencanakan ini tidak lama, tetapi niat dan impian yang kuat menjadikan
keinginan jadi kenyataan. Liburan untuk mencari kesenangan, semangat baru, ilmu
dan pengetahuan baru, mengeksploralitas bakat yang dimiliki, serta melatih keberanian. kami
adalah mahasiswa bahasa dan sastra Indonesia sudah sepatutnya untuk
mengembangkan sastra secara utuh dan menggelutinya serta menjadikannya wadah
untuk terus berkarya dan berkreasi.
Setelah banyak pro dan kontra
yang telah terjadi, akhirnya kampung Ndalem pojok menjadi pilihan tempat kami
berlibur selama dua hari yang lalu. Disini adalah sebuah situs untuk mengenang
presiden kita yang pertama yaitu Ir.Soekarno, yah memang tidak banyak orang
yang tahu tempat ini. Namun setelah menulis ini, saya berharap akan banyak
orang yang tahu dan mau mengunjunginya. Terutama yang cinta akan sejarah dan
sastra, disini merupakan salah satu tempat yang tepat untuk menambah wawasan
kalian tentang hal itu.
Setelah menempuh perjalanan yang
lumayan melelahkan kurang lebih selama dua jam lamanya, karena ada sedikit
insiden yang tak terduga yaitu rombongan yang mulanya ada satu akhirnya
terpisah menjadi dua dan ternyata rombongan saya itu tersesat di jalan. Namun
hal tersebut tidak menjadi sebuah masalah besar, karena tak lama kemudian kami
berhasil menemukan jalan yang sebenarnya dan alhamdulillah selamat sampai
tujuan.
Sesampainya di tempat tujuan
yaitu di kampung Ndalem pojok kami disambut dengan luar biasa oleh pihak
disana. Mereka dengan senang hati mempersiapkan tempat, panggung untuk pentas,
dan segala sesuatu yang kami butuhkan disana. Sungguh, betapa terkejutnya kami
dengan sambutan baik yang mereka lakukan.
Pertama kali yang kami lakukan
setelah sampai disana adalah membawa masuk dan membereskan barang-barang
bawaan, lalu ditunjukkan beberapa kamar dari Bung Karno sewaktu masih bayi dan
remaja, serta beberapa benda-benda yang ada di dalamnya. Acara pembukaan
dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan
UUD 1945, baru kemudian acara inti dimulai yaitu mengenal lebih dalam
seluk-beluk kehidupan Bung Karno sewaktu masih hidup. Dengan lugasnya dua orang
pengurus situs tersebut menceritakan dan berbagi wawasan dengan kami. Setelah
mereka berbicara panjang lebar mengenai sejarah bangsa Indonesia dan kehidupan
Bung Karno, kami pun mulai menanggapinya dengan mengajukan berbagai macam
pertanyaan-pertanyaan dan dijawabnya dengan gamblang serta jelas. Hingga
akhirnya pengalaman dan pengetahuan kami pun bertambah.
Kemudian setelah acara pertama
selesai, kami beranjak untuk menyusuri luar rumah Ndalem pojok di dampingi oleh
dua orang pengurus yang luar biasa itu. Mereka mengajak kami melihat sebuah
pohon besar yang bersejarah (Pohon Kepoh) dengan dialiri sebuah sungai kecil
yang airnya tak lagi jernih. Sungai itu dahulunya di jadikan tempat mencari
ikan oleh Bung Karno sewaktu masih kecil. Di sepanjang jalan dikelilingi
tanaman ketela pohon yang sangat lebat dan subur.
Pada malam harinya merupakan
acara puncak yang sangat kami nanti-nantikan yaitu pentas seni yang kami gelar
sendiri, kami menjadi panitia, serta kami menjadi aktor yang berperan di atas
panggung nanti. Setelah beberapa jam selesai mempersiapkan segala sesuatu. Pada
pukul 19.30 acaranya pun dimulai, disambut secara antusias oleh teman-teman
sastrawan kediri dan sekitarnya, teater merah putih, serta warga sekitar Ndalem
pojok. Acara pensi di buka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, di lanjutkan
dengan sambutan dari ketua kelas kami IA PBSI, dan sambutan dari bapak kepala
desa kampung Ndalem pojok serta penyerahan kenang-kenangan. Setelah itu
rangkaian acara pun berjalan lancar diantaranya pembacaan puisi, pementasan
teater, pementasan musik, pertunjukan tari, serta penampilan lainnya dari para
penonton. Acara penutupan dilakukan dengan foto bersama baik pengisi acara
maupun tim sukses acara yaitu para penonton yang begitu dahsyat. Setelah pentas
selesai disusul dengan seresehan dan diskusi dengan para sastrawan hebat,
disini kami saling berbagi pengetahuan, pegangan hidup, makna sejarah dan
seluk-beluk sejarah, wawasan tentang seni dan sastra, serta motivasi diri.
Kemudian pukul 00.00 dilanjutkan berkelana ke pulau kapuk.
Pagi harinya, kami disuguhi
dengan berbagai macam pertunjukan seni oleh anak-anak kecil mulai dari umur umur
tiga tahun hingga remaja yang sedang mengasah bakat dan kemampuannya dalam
berkarya di bidang seni. Di sanggar yang terletak di sebelah tempat kami
menginap di gunakan untuk bermain karawitan, belajar menari, belajar menyanyi,
pertunjukan wayang kulit dan berbagai macam kesenian lainnya. Dengan senangnya
kami ikut menyaksikan mereka belajar dan akhirnya kami pun ikut belajar menari,
menyanyi maupun karawitan. Sungguh pengalaman yang sangat berharga. Dan tak
kalah bahagianya ketika wartawan indosiar mengikuti berbagai rangkaian acara
seharian ini, dan beberapa dari teman saya ada yang di wawancarai olehnya.
Setelah segala acara selesai, pada
tanggal 11 januari 2015 pukul 14.00 kami berkemas kembali, berpamitan dan bergegas pulang ke kampung halaman
masing-masing. Dua hari itu merupakan rentetan waktu yang berharga dan istimewa
dalam hidup kami. Suka dan duka, senang dan sedih, tawa dan tangis, emosi dan
air mata semuanya beradu satu melahirkan sesuatu yang baru—pengalaman. Dan
akhirnya kami bisa menunjukkan kepada semua orang bahwa kami mampu membuat
acara sesukses ini dan sekali lagi lewat tangan kami sendiri—kelas IA PBSI UNP
Kediri.
Terus berkarya dan
berkreasi
dan jangan pernah patah semangat
untuk kelasku tercinta IA PBSI UNP Kediri
tunjukkan pada dunia
bahwa kita mampu dan layak untuk di banggakan
dan jangan pernah patah semangat
untuk kelasku tercinta IA PBSI UNP Kediri
tunjukkan pada dunia
bahwa kita mampu dan layak untuk di banggakan


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
jangan lupa komen yahh :)