Beberapa bulan yang
lalu, tepatnya setengah tahun setelah aku berjumpa denganmu dan mengenal
sosokmu begitu dekat, lelaki lugu berwajah manis, berkulit putih, dan selalu
bertingkah konyol. Sekonyol kelakuanmu saat pertama kali bertemu denganku, yah
masih ku ingat jelas saat itu. saat kamu memintaku mengajarimu bagaimana cara
bekerja di tempat orang. Kita memang dipertemukan oleh Tuhan di tempat kita
mengais rupiah. Memang, pertemuan kita tak cukup indah. Namun hadirmu yang sekejap
mampu merubah hariku yang semu menjadi lebih indah.
Baru sebentar
rasanya aku kenal denganmu, dengan lelaki yang tak ku tahu bagaimana sifat dan
karakternya setiap hari, lelaki yang tak ku ketahui bagaimana dia yang
sesungguhnya, tetapi yang ku mengerti kamu adalah lelaki sempurna yang tak ku
temui dalam perjalanan hidupku sebelumnya. kau istimewa, lembut tutur katamu,
sholeh, pekerja keras, apa adanya, selalu mementingkan orang lain di banding
dirimu sendiri, dan kau tau? Apa yang paling begitu kusukai darimu sayang? kamu
selalu menghargai perempuan, apapun dan bagaimanapun perempuan itu, bahkan yang
telah menyakitimu pun masih saja kau bersikap baik dengannya. Benar-benar
langka lelaki sepertimu di muka bumi ini.
Kamu memang selalu
bersikap manis dengan semua orang, termasuk aku. Selalu kau tunjukkan bahwa kau
lelaki terbaik dengan segala kelebihan dan kelemahanmu itu. Tak ku ingkari,
bahwa kamu selalu mampu membuat segala gundahku berubah jadi tawa kecil yang
menjelma menumbuhkan bahagia luar biasa. Aku salut, karena kaulah sosok baru
yang begitu cepat meracuni otakku dengan rasa yang tak biasa—kagum.
Mungkin ini memang
rasa kagum yang sengaja hadir seketika di dalam dada. Karena segala perlakuanmu
yang tak biasa itu. Tetapi ku sadar, itu hanyalah sebatas kagum, iya hanya rasa
kagum. Tidak lebih. Aku menganggapmu seorang kakak yang sangat luar biasa
hebatnya, mungkin demikian ada rasa sayang, tetapi rasa sayang seorang adik
terhadap kakaknya, begitu.
Tak munafik, saat
itu aku memang sedang memiliki seorang kekasih. Seorang kekasih yang begitu
kucintai dan mencintaiku. Tetapi salahkah jika aku mengagumi lelaki lain yang
bukan siapa-siapaku dan bahkan baru kukenalpun. Kurasa tidak ada yang salah,
karena kamu memang pantas untuk ku kagumi dengan pribadimu yang luar biasa baik
itu.
Perkenalan kita
memang tak cukup lama, mungkin hanya beberapa minggu tetapi rasanya aku sudah
sangat dekat denganmu. Aku memang tak pernah memilikimu namun rasanya begitu
sakit ketika kau bilang bahwa hari itu adalah terakhir kalinya kita bertemu,
memang aneh bukan. Kau selalu begitu banyak alasan jika ku tanyai alasanmu
untuk pergi dari tempat kita dipertemukan itu. Kau bilang harus segera
membereskan segala sesuatu tentang kuliahmu, tentang hobimu di dunia
Kepramukaan, atau mungkin ada hal yang lain. Akupun tak pernah tau sayang.
semua alasanmu itu tak ada satupun yang bisa kumengerti, mungkin aku terlalu
takut bagaimana selanjutnya aku harus menjalani segala sesuatu kembali yang
sudah kubangun sampai detik itu. Tentunya tanpamu lagi.
Akupun terbiasa
menjalani hari-hari tanpa sosok yang sangat ku kagumi hatinya. Hingga sampai
saat ini, hingga hubunganku pun berakhir dengan kekasihku yang dahulu. Yang kau
pun tahu dan selalu mengejekku dengan candaan kecilmu yang selalu mampu membuatku
tertawa. Iya, sekarang mungkin sudah setengah tahun setelah perkenalan kita.
Saat ini aku dan kamu sudah sama-sama liburan panjang kembali, liburan setelah
UAS. Saat ini aku akan menginjak semester 3 dan masih ku tahu kamu akan
menginjak semester 7. Kita memang satu kampus perkuliahan, tetapi setelah
perpisahan itu sesekalipun aku tak pernah bertemu denganmu lagi atau bahkan
bertatap muka tanpa sengaja pun juga tidak pernah.
Aku tahu, mungkin
Tuhan memang sengaja mempertemukanku denganmu hanya untuk sebatas teman, atau
hanya sebatas adik-kakak. Mungkin memang demikian, sekali lagi aku sudah cukup
bahagia. Terimakasih atas segala hal yang pernah kau berikan untukku,
terimakasih untuk sikap manis dan semua perhatianmu yang luar biasa itu.
Terimakasih untuk rencana beberapa hari kedepan yang sengaja kau buat untukku,
untuk kita. Semoga semua itu tidak hanya sebatas rencana namun akan jadi nyata
yang akan tumbuhkan air mata bahagia.
Dari adikmu yang begitu mengagumimu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
jangan lupa komen yahh :)