Sebingkai harapan
Selamat
tinggal masa remaja. Dan selamat datang masa dewasa. Ku ingin membuka lembaran
baru bersama orang-orang yang baru, yang tak kusangka sebelumnya kita bisa
saling dekat hingga menjadi sahabat. Beberapa hari yang lalu pertemuan itu terjadi.
Dimana aku, dia, dan mereka mulai saling bertukar cerita. Kita memang tak sama,
dan aku menghargai perbedaan kita.
Saat
itu kita baru saja menjadi mahasiswa baru. Yah, hal yang kutunggu-tunggu.
Biarpun kata orang ptmb atau kebanyakan orang menyebutnya ospek itu menakutkan,
menyeramkan, apalagi saat menanggapi kegilaan-kegilaan para senior nanti. Namun
nyatanya semua itu tak seperti kata mereka. Yang kutemui kebahagiaan luar biasa
yang tak akan pernah terlupa dalam sejarah hidupku.
Disini
aku menemukan banyak hal baru yang tak ku temukan dihidupku yang dulu. Aku tau
sekarang aku bukan lagi gadis remaja yang selalu menuruti apa kata orang tua,
yang selalu suka merepotkan orang tua, yang selalu meminta perlindungan orang
tua setiap saat. Tetapi aku sekarang adalah gadis dewasa yang semuanya harus
bisa mandiri. Dan kupilih sendiri jalan hidupku yang nantinya harus ku jalani.
Bahkan kini aku tak lagi dekat dengan mereka. Ini waktunya aku untuk mengejar
semua mimpiku yang telah kurilis sejak dahulu.
Satu
minggu, pembekalan terpadu mahasiswa baru itu telah berlalu. Suasana riuh,
haru, menegangkan sudah tersapu waktu. Keharmonisan dalam lingkup kecil dunia
perkuliahan mampu menjadi obat penyembuh rasa penasaran yang memuncak di waktu
itu. cerita singkat diantara kita yang melaju begitu cepat menyisakan banyak
kenangan baru terasa begitu istimewa. Itulah beberapa hari kebersamaan kita
yang penuh dengan sepenggal bahagia.
Jika
mengingat itu, rasanya kuingin menahan waktu. Agar semuanya tak berlalu begitu
cepat dan menyelinap menumbuhkan kerinduan yang menggebu. Aku rindu
kejadian-kejadian manis itu. saat perkenalan kita pertama kali. Saat-saat
konyol kita menjalani hukuman bersama karna ketidakdisiplinan kita. Yang
sebelumnya belum pernah kulakukan. Saat menjadi pemenang ajang kompetisi dari
ribuan mahasiswa lainnya. aku mengaku ingin mengulang semua saat itu.
Tuhan
memang baik. Ia selalu mempertemukanku dengan orang-orang yang terbaik. Meski
terkadang tak berujung dengan kebaikan. Aku tau, hidup memang silih berganti.
Aku pernah sedih karna kehilangan
orang-orang terdekatku yang sangat kusayangi. Namun sekarang Tuhan
mempertemukanku dengan orang-orang baru yang mampu menghapuskan kesedihan di
waktu itu.
Terimakasih
Tuhan. Kau selalu memberikan anugrah terindahmu di hidupku. Aku tak akan lupa
bagaimana kuharus mensyukuri setumpuk nikmatmu untukku.
Sebingkai
harapan baru sepenggal semangat baru.
Selamat
datang dihidupku yang baru.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
jangan lupa komen yahh :)