Kepolosanmu, ketidakpedulianmu yang sangat tinggi,
sifat acuh dan tak mau tau serta keanehanmu. Mungkin itulah yang kutangkap saat
pertama kali aku mengenalmu. Namun yang paling ku suka darimu, kamu sosok pria sederhana
dan apa adanya. Di keseharianmu aku tau kau tak banyak gaya. Penampilanmu juga
biasa. Tetapi mengapa buatku kamu istimewa. ada satu hal yang tak pernah bisa
kulupakan hingga saat ini, tatapan matamu selalu meracuni otakku.
Menurutku kamu berbeda dari pria lainnya.
Perbedaanmu menumbuhkan ruang tersendiri dihatiku. Kau tau sayang? Dulu aku merupakan
sosok wanita yang tak banyak tingkah. Namun karenamu aku sering bertindak
konyol. Entahlah didekatmu, kekonyolan-kekonyolan itu tercipta dengan
sendirinya.
Kita memang tak lama saling mengenal. Tiga tahun
mungkin itulah rentetan waktu saat aku mengenalmu. Saat kita sama-sama berada
di masa yang paling indah -– putih abu-abu. Banyak cerita diantara kita dan
lainnya. banyak kenangan yang tak mungkin aku lupakan. Selain sahabatku, kamu
orang berharga dan berarti dihidupku. Namun bedanya kau tak pernah benar-benar
kumiliki. Mungkin hanya sebuah ilusi, mengertikah kamu selama ini?
Didalam sejarah hidupku kamu tetap menjadi bagian penting
di hidupku yang akan ku kisahkan pada anak cucuku kelak. Bahwa aku bahagia
pernah mengenalmu. Meskipun jujur terlalu menyakitkan. Aku tau, orang-orang
yang datang di kehidupanku tak semuanya harus kumiliki. Ada saatnya dimana
mereka harus pergi. Dan akan ada yang datang kembali. Aku mengerti seperti
itulah hidup.
Di acara pensi beberapa hari yang lalu. Sebagai
tanda tertutupnya cerita indah di masa SMA. Akankah itu menjadi pertemuan
terakhir kita sayang? inikah saat yang paling kubenci --- perpisahan. Kau yang
tiba-tiba mampu membuatku tertegun tak berkutik. Dengan penampilanmu di
panggung megah diacara pensi sekolah kita itu. Sungguh kau luar biasa
mengagumkan.
Aku menyesal satu hal. Mengapa disaat terakhir
kita bertemu kau tak mengucap sepatah katapun untukku. Kau hanya memberikan
sebuah tatapan yang akupun tak pernah mengerti apa arti semua itu. Seharusnya
kau tau apa yang kuinginkan. Oh Tuhan aku lupa, kamu hanya manusia biasa.
Bagaimana mungkin kau mengerti isi hatiku. Apalagi mewujudkannya. Mustahil
bukan!
Kini kita sudah sama-sama dewasa. Dan mungkin kita
punya jalan masing-masing. Tak akan kugantungkan harapanku padamu. Biarlah
seperti ini kisah kita yang selama ini kita jalani. Aku
akan tetap menjadi aku. Dan kamu akan tetap menjadi kamu. Yang tak bisa
kupungkiri sampai saat ini aku masih mencintaimu.
Jika ada
sebuah pertemuan
Pasti akan
ada sebuah perpisahan nantinya
Dan disaat
itu telah tiba
Inikah
waktunya kita memang harus berpisah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
jangan lupa komen yahh :)