Oleh: Pungki Cerli Mahareni
Severe acute respiratory synrome corona virus atau yang dikenal dengan virus corona adalah virus yang menyerang sistem pernapasan, infeksi paru-paru, hingga dengan kematian. Kini belum ada tanda-tanda kemunculan obat secara khusus untuk mengobati virus yang menakutkan ini. Golongan yang diserang virus corona ini pun tidak pilih-pilih dari anak-anak, dewasa hingga dengan lansia sekalipun.
Virus corona pertama kali terdeteksi di China, Wuhan pada akhir 2019 dan pada juni 2021 telah menyebar ke sseluruh dunia, menyebabkan lebih dari 178 juta kasus terkonfirmasi dan 3,9 juta kematian. Virus yang mematikan ini kini menjadi bayang-bayang seluruh negeri. Corona kini mengeklaim melaju lebih jauh dari yang kita duga, dan merenggut nyawa lebih banyak. Gejala yang ditimbulkan covid-19 ini memiliki gejala yang sangat umum seperti demam, batuk, kelelahan, dan kehilangan rasa atau bau. Gajala ini menurut saya bukan hanya ada pada covid tersebut, bahkan penykit-penyakit lain pun bisa menimbulkan gejala yang sama persis seperti covid-19 tersebut. Sehingga terkadang banyak dokter salah mengonfirmasi penyakit yang ada karena terbatasnya teknologi rumah sakit. Namun juga banyak yang telah menggunakan teknologi yang canggih saat ini.
Dampak yang ditimbulkan covid-19 ini sangatlah ekstrem dan mengerikan, karena banyaknya yang terpapar oleh virus tersebut. Berjuta-juta nyawa tak tertolong karena belum adanya obat yang pasti untuk menyembuhkan dari virus terebut. Adanya virus ini, seluruh negeri harus mengalami lockdown dan untuk siswa harus mendapatkan pembelajaran secara online (virtual) hingga berbulan-bulan lamanya. Karena keganasan virus covid-19 membuat seseorang menjuluki dengan sebutan mimik seluruh negeri. Mimik ini pun belum berakhir sampai dengan saat ini, yang saya ketahui virus covid-19 malah berevolusi menjadi virus varian baru yang lebih mengerikan dari yang sebelumnya.
Banyaknya kasus yang terkonfirmasi kini penyegahan viris ini pun sudah dilakukan di seluruh negeri dengan menjaga jarak, mencuci tangan selepas bepergian, dan menggunakan hand sanitizer juga melakukan vaksinasi. Vaksinasi juga menimbulkan efek seperti demam, cepat lelas, muntah, dan menggigil seluruh badan. Namun, banyak juga yang tidak mengikuti vaksinasi meskipun gratis sekalipun karena takut akan efek setelah vaksinasi. Banyak juga yang masih mempercayai hoax yang disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
Dengan adanya virus ini kita mendapatkan banyak pembelajaran yang dapat kita ambil yaitu lebih menjaga kebersihan diri dan kebersihan lingkungan sekitar. Maka jagalah bumi kita agar terbebas dari pandemi yang menjerat. Percayalah bahwa hari esok akan lebih indah dari yang sebelumnya.
Tetaplah semangat menjaga bumi ini, untuk masa depan yang indah
Nganjuk, 09 Februari 2022
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
jangan lupa komen yahh :)