Selasa, 17 Mei 2016

Secoret kata untuk malaikat di jiwa



Dear future !!!

Sepertinya, sudah terlalu lama jemari ini tak lagi merajut kata-kata dalam secoret tulisan di laptop mungil ini. Yah, mungkin bisa dihitung sudah hampir lima bulan sejak waktu itu. Sejak aku hampir kehilangan separuh jiwaku, sejak aku hampir tak tahu lagi caranya bangkit setelah apapun yang sudah ku bangun. Kurasa, itu hanya kebodohan yang terlalu lama ku biarkan untuk bersarang dalam hidupku, sungguh tolol sekali. Aku hanya wanita biasa, bagaimana tidak, bisa serapuh itu ketika harus menerima luka yang tidak kutahu asalnya. Bagaimana tidak. bisa sesakit itu ketika harus merasakan segores air mata yang tak kutahu ujungnya. Bagaimana ku mampu, jika semuanya aku tak pernah merasa menciptakan segala sumber dari semua kepedihan itu.

Semuanya, kini memang sudah kusimpan rapat-rapat untuk tidak kubiarkan terlalu lama membuat batinku tersiksa. Ya, terimakasih Tuhan. Engkau telah mengirimkanku malaikat penyejuk hati, pencipta tawa dalam segala cerita, penghilang luka dalam jiwa. Aku bahagia, sungguh sangat bahagia.telah mengenalnya. Menjadi bagian kecil dalam hidupnya. Menjadi sosok wanita yang selalu diutamakannya, setelah ibunya. Sungguh, itu nikmat yang tak terkira untuk wanita sesederhana aku yang selalu dibuatnya istimewa. 

Aku tahu hidup ini memang seperti roda, akan selalu berputar setiap waktu. Terkadang kita berada di bawah hingga membuat segala sesuatu terasa sangat pahit dan buruk. Namun, terkadang kita berada diatas, hingga membuat segala sesuatu terasa sangat indah dan menyenangkan. Semua ada masanya. Semua ada alur ceritanya, yang telah tertulis dan akan dilalui ketika tiba saatnya. Inilah hidup, pahit dan manis selalu menjadi bumbu yang amat padu. Keduanya akan selalu menyelimuti setiap waktu, ketika kita masih diberi kesempatan menikmati jagad ini.

Tuhan, aku percaya atas segala takdirmu untukku. Aku percaya, semua yang kau berikan untukku adalah yang terbaik pula untuk hidupku. Aku berharap, kali ini kau biarkan aku sejenak mencari segala asa untuk ku jadikan bekal di masa yang akan menyapa. Mungkin bersamanya, akan ada berjuta cerita yang akan ku abadikan dalam angan dan setiap rona ingatanku. Kukira, dia adalah lelaki yang memang telah lama kucari juga ku nanti. Bukan karena apa-apa, bukan pula karena mengapa. Hadirnya tiba-tiba, mampu mengalihkan segala pandangan dalam liku-liku dunia. Sosoknya yang sederhana, namun membuatku ingin selalu berada di dekatnya. Setiap kata-kata terangkai penuh makna dan ia senantiasa menjadi penutur setia yang mengarahkanku, disaat ku mulai lelah pada dunia. Seperti itulah, sebaris kalimat yang bisa kutuliskan untuk mengakui betapa luar biasanya, malaikat yang kumiliki saat ini. Sungguh, aku sangat menyayanginya.

Jangan lelah berada disampingku,
Menemani langkahku,
Menjadi penopang hidupku.

Kediri, 17 Mei 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

jangan lupa komen yahh :)

Standard API (American Petrolum Institute)

  Oleh: Kivan Agung API yang merupakan singkatan dari American Petrolium Institute merupakan sebuah kode standar yang menentukan kualitas ol...