Dear
future !!!
Sepertinya, sudah
terlalu lama jemari ini tak lagi merajut kata-kata dalam secoret tulisan di
laptop mungil ini. Yah, mungkin bisa dihitung sudah hampir lima bulan sejak
waktu itu. Sejak aku hampir kehilangan separuh jiwaku, sejak aku hampir tak tahu
lagi caranya bangkit setelah apapun yang sudah ku bangun. Kurasa, itu hanya
kebodohan yang terlalu lama ku biarkan untuk bersarang dalam hidupku, sungguh
tolol sekali. Aku hanya wanita biasa, bagaimana tidak, bisa serapuh itu ketika
harus menerima luka yang tidak kutahu asalnya. Bagaimana tidak. bisa sesakit
itu ketika harus merasakan segores air mata yang tak kutahu ujungnya. Bagaimana
ku mampu, jika semuanya aku tak pernah merasa menciptakan segala sumber dari
semua kepedihan itu.
Semuanya, kini memang
sudah kusimpan rapat-rapat untuk tidak kubiarkan terlalu lama membuat batinku
tersiksa. Ya, terimakasih Tuhan. Engkau telah mengirimkanku malaikat penyejuk
hati, pencipta tawa dalam segala cerita, penghilang luka dalam jiwa. Aku
bahagia, sungguh sangat bahagia.telah mengenalnya. Menjadi bagian kecil dalam
hidupnya. Menjadi sosok wanita yang selalu diutamakannya, setelah ibunya.
Sungguh, itu nikmat yang tak terkira untuk wanita sesederhana aku yang selalu
dibuatnya istimewa.
Aku tahu hidup ini
memang seperti roda, akan selalu berputar setiap waktu. Terkadang kita berada
di bawah hingga membuat segala sesuatu terasa sangat pahit dan buruk. Namun,
terkadang kita berada diatas, hingga membuat segala sesuatu terasa sangat indah
dan menyenangkan. Semua ada masanya. Semua ada alur ceritanya, yang telah
tertulis dan akan dilalui ketika tiba saatnya. Inilah hidup, pahit dan manis
selalu menjadi bumbu yang amat padu. Keduanya akan selalu menyelimuti setiap
waktu, ketika kita masih diberi kesempatan menikmati jagad ini.
Tuhan, aku percaya atas
segala takdirmu untukku. Aku percaya, semua yang kau berikan untukku adalah
yang terbaik pula untuk hidupku. Aku berharap, kali ini kau biarkan aku sejenak
mencari segala asa untuk ku jadikan bekal di masa yang akan menyapa. Mungkin
bersamanya, akan ada berjuta cerita yang akan ku abadikan dalam angan dan
setiap rona ingatanku. Kukira, dia adalah lelaki yang memang telah lama kucari
juga ku nanti. Bukan karena apa-apa, bukan pula karena mengapa. Hadirnya
tiba-tiba, mampu mengalihkan segala pandangan dalam liku-liku dunia. Sosoknya
yang sederhana, namun membuatku ingin selalu berada di dekatnya. Setiap
kata-kata terangkai penuh makna dan ia senantiasa menjadi penutur setia yang
mengarahkanku, disaat ku mulai lelah pada dunia. Seperti itulah, sebaris
kalimat yang bisa kutuliskan untuk mengakui betapa luar biasanya, malaikat yang
kumiliki saat ini. Sungguh, aku sangat menyayanginya.
Jangan
lelah berada disampingku,
Menemani langkahku,
Menjadi penopang hidupku.
Menemani langkahku,
Menjadi penopang hidupku.
Kediri, 17 Mei
2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
jangan lupa komen yahh :)