Keadaanku hari ini benar-benar
menyedihkan, entahlah apa cuma sekedar tidak enak badan atau mungkin karena
hati terasa tak karuan. Sepulang dari kampus tadi, teman-temanku bilang tawaku
berkobar. Mereka bilang raut wajahku bersinar, lalu merekapun bertanya padaku
mengapa aku terlihat sangat berbahagia hari ini? Spontan aku hanya bisa terdiam
dan meringis. Sungguh itu pertanyaan yang sangat mustahil tercipta di saat
suasana sepedih ini. Aku tak tau, mereka memang sedang inginkan jawaban dariku atau sebenarnya ingin
menyindirku secara halus. Entahlah, aku tak ingin menggubris hal itu.
Sebenarnya mengapa? Mengapa pria
yang kucintai saat ini jadi begini? Mengapa pria yang selalu ku banggakan jadi
sering menghilang? Mengapa pria nomor satu yang selalu dihatiku sekarang jadi
tak seindah dulu? Mengapa sayang, kau tahu aku miris menerima kenyataan sepahit
dan sesakit ini. Mengapa seakan kau lupa bagaimana pertama kali dulu saat kita
baru bertemu. Mengapa kau tak sehangat kala itu? Yah, aku memang wanita tak tau
diri yang selalu minta perhatianmu, kasih sayangmu, selalu ingin tahu kabar
darimu dan segala macam tentangmu. Namun, salahkah aku sebagai kekasihmu saat
ini? Salahkah sayang, jika aku juga ingin jadi wanita nomor satu dihatimu. Yang
selalu kau utamakan dan selalu kau rindukan. Salahkah aku jika inginkan hal
itu? Mungkin jika kau baca tulisan bodoh ini, kau akan marah. Atau mungkin kau
akan menyesal mencintai wanita posesif sepertiku. Iya, aku memang posesif. Kau
tahu, aku begini karena terlalu takut kehilanganmu. Malam ini aku hanya bisa
menangis hebat karena lagi-lagi memikirkanmu.
Aku tahu kamu terlalu sibuk
dengan kuliahmu dan semua tugas-tugasmu yang begitu banyak sebagai mahasiswa
teknik. Aku tahu bagaimana kesibukanmu itu, aku tahu. Tapi setidaknya kamu
mengerti kepanikanku saat kau menghilang seharian. Seharusnya kau mengerti
kekhawatiranku saat tak mendapat kabar darimu. Seharusnya kau mengerti
semuanya. Aku cuma wanita biasa, sama seperti mereka. Yang selalu ingin merasakan
kehangatan dari pasangannya. Cuma itu, aku tak pernah menuntutmu untuk selalu
bersamaku setiap waktu, aku tak pernah memaksamu untuk terus berada didekatku,
aku tak pernah kan sedemikian itu? karna aku tahu itu tidak mungkin, cinta ini
memang terbentang oleh jarak dan waktu. Aku sibuk disini dengan kuliahku, dan
kau juga sibuk disana dengan kuliahmu. Aku tahu sayang. aku mengerti itu.
Seharian ini lagi-lagi kau
menghilang. Sedikitpun kau tak menghubungiku. Oh, mungkin kau masih sibuk
dengan tugas-tugasmu itu. Atau mungkin kau kelelahan hingga tertidur lagi dan
tak sempat memberi kabar padaku. Aku hanya tersenyum tipis dan berusaha
berfikir positif tentangmu. Aku tahu kau memang benar-benar sibuk dengan
duniamu itu.
Kali ini, aku masih tidak bosan
melihat ponselku. Berharap tiba-tiba namamu muncul di layar ponselku. Berharap
kau mengabariku lewat chat bbm atau
sekedar mengirimiku pesan sms.
Sungguh aku sangat berharap kau masih mengingatku. Malam ini hatiku semakin tak
karuan, kepalaku jadi terasa berat saat berdiri. Rasanya aku tak ingin bangkit
dari ranjangku yang sedari tadi ku singgahi. Rasanya menulis tentangmu pun aku
jadi kehabisan kata-kata. Padahal sedari tadi sudah terlalu banyak obsesiku
untuk meluapkan isi hatiku ini. Tapi kenapa semua bubrah saat aku kembali
merasakan ketidakpedulian jika aku masih menatap layar ponselku.
Malam ini kuputuskan untuk segera
lelap setelah tulisan ini selesai kubuat. Aku akan terus berharap secarik kata
yang muncul di ponselku, itu darimu. Sekali lagi, tidak apa-apa. Aku masih
tidak bosan menunggumu. Aku masih tidak bosan merindukanmu lagi. Dan kau tau
semua pasti ada masanya. Tapi, hingga lelahku aku akan selalu berusaha
mempertahankanmu karena aku masih mencintaimu sampai detik ini.
Dari wanitamu
Yang katanya kau cintai
Dan sangat mencintaimu
lelakiku
Yang katanya kau cintai
Dan sangat mencintaimu
lelakiku
Kediri, 15 oktober 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
jangan lupa komen yahh :)