Jumat, 14 Februari 2014

kini aku terluka lagi dan kali ini karenamu :D


Saat Bahagia dan Kecewa Berhimpit Manis 

Pertemuan kita begitu singkat. Awal yang begitu mengesankan hingga membuatku tertegun dalam sebuah rasa keingintahuan yang tinggi. Itulah yang ku rasakan saat itu. Detik dimana aku mampu menemukan kembali sebuah sosok yang berbeda. Seorang pria dengan sosok yang tak begitu menyenangkan namun ada sebuah sisi yang mampu membuatku ingin dan ingin tahu banyak hal tentang kamu. Hal-hal kecil yang kau lakukan satu persatu mampu mencuri perhatianku. Mungkin memang aneh rasanya. Secepat inikah aku mulai merasakan getaran cinta yang dahulu kutahu masih untuk seseorang lain yang ada disana. Cinta yang harusnya datang melalui proses yang cukup lama, namun semuanya tak kurasakan saat itu. Semua kekonyolan yang kurasakan dahulu selalu kuberusaha memungkirinya. Sebuah tanda tanya besar tertulis jelas dalam anganku.
Kau yang tak banyak bicara, kau yang tak banyak mengucap kata-kata, kau yang biasa dan sederhana. Itulah yang membuatmu istimewa. Mungkin itu yang selalu menyelimuti otakku saat itu. Tak hentinya aku memandang sebuah sosok pria yang berdiri tepat dihadapanku dan kedua sahabat dekatku, serta ribuan orang lainnya. Meskipun kau bukan tokoh inspiratif yang banyak menarik perhatian orang-orang disekelilingku saat itu. Kau juga bukanlah pria tampan dan menawan yang mampu memikat perhatian kedua sahabatku. Namun kaulah pria yang mampu menghidupkan kembali syaraf-syaraf kekhawatiranku disaat kau tak lagi ada.
Tak hentinya aku memerhatikan setiap gerakan yang kau utarakan. Saat wajah itu tertawa tanpa expresi yang menyenangkan. Saat kau mulai merangkai kata-kata kecil yang ingin kau ucapkan dihadapan ratusan bahkan ribuan manusia. Keadaan itu seakan menjeratmu dalam sebuah keterpaksaan. Keterpaksaan yang mengesankan, mungkin demikian. Aku tahu kau seorang yang pemalu. Semuanya terlihat jelas diatas tingginya tumpukan kayu berselimut merah itu. Diantara ketiga orang yang menjadi pusat perhatian. Cuma kaulah yang terlihat tak banyak ulah, tak banyak tingkah. 
Disela-sela ramainya suara yang saling bersahutan. Diantara keseriusan suasana menegangkan juga menyenangkan saat itu. Ada candaan kecil yang selalu terlontar dari mulut seseorang yang dekat denganku, sahabat. Tak hentinya setiap detik waktu mereka menyudutkanku tentang sosok pria dihadapanku itu. Kupikir itu hal yang biasa, bukan perasaan suka. Tapi lama-kelamaan rasanya berbeda tipis antara suka atau hanya sekedar kagum. Entah perasaan apakah itu? Dentang jam pun terus berputar. Hingga tiba waktu dimana situasi dan kondisi mengarahkanku untuk segera pergi dari tempat itu. Antara bahagia dan kecewa berhimpit manis.
Hari demi hari setelah pertemuan itu masih terbayang jelas sosok pria yang dahulu seharian penuh berdiri dihadapanku. Semula kutak menghiraukan perasaan aneh dalam benakku itu. Semua hal konyol yang pernah terjadi tak kuanggap serius. Semuanya semu dan palsu. Cinta lokasi yang pernah dibilang oleh banyak orang, sama sekali tak ku gubris. namun ternyata takdir Tuhan tak ada yang bisa menebak. Seperti inikah indahnya karuniamu? Sekali lagi kutuliskan dalam secuil cerita hidupku yang semuanya telah lama engkau persiapkan “Allah Itu Maha Segalanya”. Tanpa sebuah rencana, tanpa sebuah keterobsesian. Semuanya terjadi dalam nyata.
Kupikir mustahil rasanya aku bisa mengenal lebih dekat seorang pria yang katanya sedikit aneh namun mengagumkan. Pertama tawaran konyol oleh seorang sahabatku untuk mencari tahu segala macam tentangnya itu hanya semangat kecil yang kurasakan. Namun semuanya kandas setelah usaha yang telah tercipta tak ada hasilnya. Akan tetapi semuanya tak berakhir sampai disitu saja. Setelah tiba suatu hari aku menemukan titik terang tentang siapa sosok pria yang ku kagumi itu. Sungguh betapa luar biasanya kebahagiaan yang kurasakan saat itu. Meskipun yang ku tahu pertama hanya sebuah situs sosial yang tak asing lagi bagi semua orang di jagat ini --- FACEBOOK.
Tak kusangka sebelumnya aku bisa bertukar cerita padamu, bercakap-cakap denganmu, mengenal lebih jauh bagaimana sosokmu, meski hanya lewat percakapan online – CHAT. Kamu yang kupikir seorang sosok pria yang sangat cuek dan tak banyak tingkah, ternyata kusalah. Kurasa kau tak sepolos yang kukira. Kau lebih dari sekedar menyenangkan. Dari situlah aku mulai memahami bagaimanakah kamu dan semua sifatmu. Memang aneh namun spontan membuatku terus mengundang rasa penasaran yang menggebu. Hingga akhirnya kita bertukar nomor handphone satu sama lain. Semua basa basi yang telah tercipta dalam dunia maya itu telah berujung dengan sebuah hasil yang bisa dibilang memuaskan.
Awal yang sederhana memang. Disitulah kita mulai saling bercanda, kita saling tertawa, dan kita membicarakan hal-hal manis, meskipun hanya lewat pesan singkat --- SMS. Ternyata lewat perkenalan kita yang sangat singkat kau mampu mencampuradukkan perasaanku. Tetapi, akupun tak tau bagaimanakah perasaanmu saat itu. Apakah kau merasakan hal yang sama denganku? Atau kau hanya menganggap ini hanya candaan biasa? Semua tanda tanya yang sempat meracuni otakku kini telah terjawab sudah. 
Aku tak pernah menyangka. Aku tak pernah menduga sebelumnya. kamu ternyata telah bersama seorang wanita diluar sana. Yang kutahu kau terlihat begitu bahagia bersama wanita yang kaucintai itu. Jika tidak, kau tak akan menjadikan wanita itu satu-satunya yang paling berharga bagimu. Aku cukup terkejut melihat semua kenyataan yang kualami. Namun aku tak ingin terlihat sedih, aku tak mau dibilang cengeng. Aku selalu berusaha tegar untuk menghadapi seberat apapun yang kualami. Bukan kali ini saja, namun kini dan seterusnya. Tuhan, mengapa kumerasa kehilangan seseorang yang tak pernah kumiliki? Mengapa ku harus merasakan kecewa setelah apa yang pernah kulalui dengannya? Sungguh tak percaya rasanya. Aku mengerti inilah mulianya takdir. Mungkin Tuhan sengaja mempertemukanku dengan orang-orang yang salah sebelum akhirnya ia mempertemukanku dengan orang yang terbaik bagiku. Dan akhirnya kutak menyesal pernah kenal dan sempat mengagumimu. Mungkin aku tak ingin berharap lebih, cukup kau anggap aku seorang adik. Bagiku kau adalah seorang kakak yang tak tergantikan lagi. Kau selalu jadi sosok kakak yang istimewa.
Tak banyak hal yang ingin kutulis di gelapnya malam dalam putaran roda bumi ini. Karna hanya ada satu pancaran cahaya dari terangnya lampu kamarku ini. Aku ingin menulis cerita kecil yang pernah kualami. Semata-mata hanya untuk membuat perasaanku lebih lega. Bisa dibilang titik tanpa koma. Tak ada maksud atau tujuan lain. Hah meskipun tulisan ini membuatku teringat kembali akan sosok pria yang ku anggap istimewa namun akhirnya tak berujung bahagia.

Untukmu pria istimewa
Yang mampu menumbuhkan dua hal untukku
Bahagia dan kecewa


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

jangan lupa komen yahh :)

Standard API (American Petrolum Institute)

  Oleh: Kivan Agung API yang merupakan singkatan dari American Petrolium Institute merupakan sebuah kode standar yang menentukan kualitas ol...