Saat Bahagia dan Kecewa
Berhimpit Manis
Pertemuan kita begitu
singkat. Awal yang begitu mengesankan hingga membuatku tertegun dalam sebuah
rasa keingintahuan yang tinggi. Itulah yang ku rasakan saat itu. Detik dimana
aku mampu menemukan kembali sebuah sosok yang berbeda. Seorang pria dengan
sosok yang tak begitu menyenangkan namun ada sebuah sisi yang mampu membuatku
ingin dan ingin tahu banyak hal tentang kamu. Hal-hal kecil yang kau lakukan
satu persatu mampu mencuri perhatianku. Mungkin memang aneh rasanya. Secepat
inikah aku mulai merasakan getaran cinta yang dahulu kutahu masih untuk
seseorang lain yang ada disana. Cinta yang harusnya datang melalui proses yang
cukup lama, namun semuanya tak kurasakan saat itu. Semua kekonyolan yang
kurasakan dahulu selalu kuberusaha memungkirinya. Sebuah tanda tanya besar
tertulis jelas dalam anganku.
Kau yang tak banyak
bicara, kau yang tak banyak mengucap kata-kata, kau yang biasa dan sederhana.
Itulah yang membuatmu istimewa. Mungkin itu yang selalu menyelimuti otakku saat
itu. Tak hentinya aku memandang sebuah sosok pria yang berdiri tepat
dihadapanku dan kedua sahabat dekatku, serta ribuan orang lainnya. Meskipun kau
bukan tokoh inspiratif yang banyak menarik perhatian orang-orang disekelilingku
saat itu. Kau juga bukanlah pria tampan dan menawan yang mampu memikat
perhatian kedua sahabatku. Namun kaulah pria yang mampu menghidupkan kembali
syaraf-syaraf kekhawatiranku disaat kau tak lagi ada.
Tak hentinya aku
memerhatikan setiap gerakan yang kau utarakan. Saat wajah itu tertawa tanpa
expresi yang menyenangkan. Saat kau mulai merangkai kata-kata kecil yang ingin
kau ucapkan dihadapan ratusan bahkan ribuan manusia. Keadaan itu seakan
menjeratmu dalam sebuah keterpaksaan. Keterpaksaan yang mengesankan, mungkin
demikian. Aku tahu kau seorang yang pemalu. Semuanya terlihat jelas diatas
tingginya tumpukan kayu berselimut merah itu. Diantara ketiga orang yang
menjadi pusat perhatian. Cuma kaulah yang terlihat tak banyak ulah, tak banyak
tingkah.
Disela-sela ramainya
suara yang saling bersahutan. Diantara keseriusan suasana menegangkan juga
menyenangkan saat itu. Ada candaan kecil yang selalu terlontar dari mulut
seseorang yang dekat denganku, sahabat. Tak hentinya setiap detik waktu mereka
menyudutkanku tentang sosok pria dihadapanku itu. Kupikir itu hal yang biasa,
bukan perasaan suka. Tapi lama-kelamaan rasanya berbeda tipis antara suka atau
hanya sekedar kagum. Entah perasaan apakah itu? Dentang jam pun terus berputar.
Hingga tiba waktu dimana situasi dan kondisi mengarahkanku untuk segera pergi
dari tempat itu. Antara bahagia dan kecewa berhimpit manis.
Hari demi hari
setelah pertemuan itu masih terbayang jelas sosok pria yang dahulu seharian
penuh berdiri dihadapanku. Semula kutak menghiraukan perasaan aneh dalam
benakku itu. Semua hal konyol yang pernah terjadi tak kuanggap serius. Semuanya
semu dan palsu. Cinta lokasi yang pernah dibilang oleh banyak orang, sama
sekali tak ku gubris. namun ternyata takdir Tuhan tak ada yang bisa menebak.
Seperti inikah indahnya karuniamu? Sekali lagi kutuliskan dalam secuil cerita
hidupku yang semuanya telah lama engkau persiapkan “Allah Itu Maha Segalanya”.
Tanpa sebuah rencana, tanpa sebuah keterobsesian. Semuanya terjadi dalam nyata.
Kupikir mustahil
rasanya aku bisa mengenal lebih dekat seorang pria yang katanya sedikit aneh
namun mengagumkan. Pertama tawaran konyol oleh seorang sahabatku untuk mencari
tahu segala macam tentangnya itu hanya semangat kecil yang kurasakan. Namun
semuanya kandas setelah usaha yang telah tercipta tak ada hasilnya. Akan tetapi
semuanya tak berakhir sampai disitu saja. Setelah tiba suatu hari aku menemukan
titik terang tentang siapa sosok pria yang ku kagumi itu. Sungguh betapa luar
biasanya kebahagiaan yang kurasakan saat itu. Meskipun yang ku tahu pertama
hanya sebuah situs sosial yang tak asing lagi bagi semua orang di jagat ini ---
FACEBOOK.
Tak kusangka
sebelumnya aku bisa bertukar cerita padamu, bercakap-cakap denganmu, mengenal
lebih jauh bagaimana sosokmu, meski hanya lewat percakapan online – CHAT. Kamu
yang kupikir seorang sosok pria yang sangat cuek dan tak banyak tingkah,
ternyata kusalah. Kurasa kau tak sepolos yang kukira. Kau lebih dari sekedar
menyenangkan. Dari situlah aku mulai memahami bagaimanakah kamu dan semua
sifatmu. Memang aneh namun spontan membuatku terus mengundang rasa penasaran
yang menggebu. Hingga akhirnya kita bertukar nomor handphone satu sama lain.
Semua basa basi yang telah tercipta dalam dunia maya itu telah berujung dengan
sebuah hasil yang bisa dibilang memuaskan.
Awal yang sederhana
memang. Disitulah kita mulai saling bercanda, kita saling tertawa, dan kita
membicarakan hal-hal manis, meskipun hanya lewat pesan singkat --- SMS.
Ternyata lewat perkenalan kita yang sangat singkat kau mampu mencampuradukkan
perasaanku. Tetapi, akupun tak tau bagaimanakah perasaanmu saat itu. Apakah kau
merasakan hal yang sama denganku? Atau kau hanya menganggap ini hanya candaan
biasa? Semua tanda tanya yang sempat meracuni otakku kini telah terjawab sudah.
Aku tak pernah
menyangka. Aku tak pernah menduga sebelumnya. kamu ternyata telah bersama
seorang wanita diluar sana. Yang kutahu kau terlihat begitu bahagia bersama
wanita yang kaucintai itu. Jika tidak, kau tak akan menjadikan wanita
itu satu-satunya yang paling berharga bagimu. Aku cukup terkejut melihat semua
kenyataan yang kualami. Namun aku tak ingin terlihat sedih, aku tak mau
dibilang cengeng. Aku selalu berusaha tegar untuk menghadapi seberat apapun
yang kualami. Bukan kali ini saja, namun kini dan seterusnya. Tuhan, mengapa
kumerasa kehilangan seseorang yang tak pernah kumiliki? Mengapa ku harus
merasakan kecewa setelah apa yang pernah kulalui dengannya? Sungguh tak percaya
rasanya. Aku mengerti inilah mulianya takdir. Mungkin Tuhan sengaja mempertemukanku
dengan orang-orang yang salah sebelum akhirnya ia mempertemukanku dengan orang
yang terbaik bagiku. Dan akhirnya kutak menyesal pernah kenal dan sempat
mengagumimu. Mungkin aku tak ingin berharap lebih, cukup kau anggap aku seorang
adik. Bagiku kau adalah seorang kakak yang tak tergantikan lagi. Kau selalu
jadi sosok kakak yang istimewa.
Tak banyak hal yang
ingin kutulis di gelapnya malam dalam putaran roda bumi ini. Karna hanya ada
satu pancaran cahaya dari terangnya lampu kamarku ini. Aku ingin menulis cerita
kecil yang pernah kualami. Semata-mata hanya untuk membuat perasaanku lebih lega.
Bisa dibilang titik tanpa koma. Tak ada maksud atau tujuan lain. Hah meskipun
tulisan ini membuatku teringat kembali akan sosok pria yang ku anggap istimewa namun
akhirnya tak berujung bahagia.
Untukmu
pria istimewa
Yang mampu menumbuhkan dua hal untukku
Bahagia dan kecewa
Yang mampu menumbuhkan dua hal untukku
Bahagia dan kecewa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
jangan lupa komen yahh :)