Selasa, 17 Desember 2013

coretan mungil buat si misterius :)


Haruskah aku yang selalu berjuang sendirian ?

Dalam hidup pasti ada bahagia ataupun luka.
Terkadang kita selalu bertanya-tanya tentang arti sebuah kehidupan.
Dimana kita harus mampu berjuang untuk menghantam kejamnya kehidupan.
Namun ada pula disaat kita benar-benar merasa terpuruk.
Disitulah Tuhan sedang menguji seberapakah kita mampu bertahan.
Untuk bangkit dan melawan kegelapan.
Ataukah diam dan tenggelam dalam keterpurukan.
Yang ku tau Tuhan itu maha segalanya.

Tuhan apakah arti semua ini? Apakah ini memang takdirmu yang tak mampu aku rubah ataupun aku cegah? aku tau aku hanya manusia biasa. Yang hanya mampu berusaha dan berdo’a untuk memperjuangkan hidup dan kehidupanku saat ini.

Aku memang bukan siapa-siapa. Hadirkupun tak pernah berarti untuknya. Namun salahkah bila aku benar-benar menyayanginya. Akupun tak pernah berharap untuk memilikinya. Aku hanya berharap dia tak akan mendapatkan orang yang salah. 

Tiga tahun menguap cepat . Hati ini masih memilihnya. Meskipun ku tau dia telah bahagia bersama orang yang dicintainya. Wanita yang mungkin lebih baik dan sempurna daripada aku. Jika tidak, dia tak mengkin menjadikan wanita itu satu-satunya yang paling berharga baginya.

Meskipun hati ini terlalu sering merasakan perih. Bahkan mungkin semakin pedih. Tapi entahlah rentetan air mata yang terus mengalir tak mampu merubah sebuah rasa dihatiku. Bahkan kau tau? Sedikitpun aku tak mampu melupakanmu apalagi membencimu. itu mustahil !!!

Untukmu cowok misterius yang membuatku selalu terkagum. 

Kau yang sederhana dan apa adanya. Itulah yang membuatmu begitu istimewa.
Tuhan mengapa aku harus selalu mendambanya? Sedangkan aku selalu tau aku tak pernah pantas untuknya. Aku siapa. Dan dia siapa. 

Dulu aku sudah berusaha keras melupakannya. Berbagai macam cara aku lakukan. Apalagi setelah ku tau dia telah bahagia dengan wanita pilihannya. Tak munafik. Hati ini hancur. Air matalah yang berbicara. Menjadi saksi kepedihan dalam hati.

Namun usahaku sia-sia. Kau yang begitu ingin ku lupakan selalu mampu memberiku kebahagiaan-kebahagiaan kecil yang semakin lama tumbuh di hatiku.

Waktu selalu mempermainkan perasaanku. Membuatku bertanya dan terus bertanya-tanya adilkah ini? 

Dulu, rasanya begitu mudah melupakan seseorang yang pernah singgah dihatiku. Seorang mantan kekasih yang terlalu banyak memberikan kenangan-kenangan indah. Seorang mantan kekasih yang pernah menjadi seseorang yang begitu berharga. Tak terlalu sulit untuk melupakannya. Namun sekarang yang ku ingin hanya melupakan seseorang yang bukan siapa-siapa rasanya begitu sulit. Bahkan terlalu sulit. Mengapa Tuhan?

Takdir memang tak bisa di tebak.
Dulu. Disaat aku benar-benar ingin bersamamu. Namun takdir menjauhkan kita.
Tetapi sekarang. Disaat aku benar-benar ingin melupakanmu. Justru takdir yang mendekatkan kita.
Inikah sebuah tanda tanya yang tak akan pernah ada sebuah jawaban?

Haruskah aku yang selalu berjuang sendirian?
Untuk mencintaimu ataupun untuk melupakanmu.
Haruskah aku yang selalu berjuang keras?
Untuk sesuatu ketidakpastian.
Haruskah aku yang selalu mengalah?
Untuk memperoleh kemenangan yang sesungguhnya.

Kau tau, seberapa keras usahaku untuk melupakanmu?
Kau tau, seberapa besar keinginanku untuk membuang jauh rasa dihatiku?
Kini, kau tiba-tiba datang lagi. Membumihanguskan keinginanku. Memupuskan semua harapanku. Seolah kau tak pernah berbuat apa-apa. Senyuman kecil selalu kau hadirkan setiap dua pasang mata ini bertemu. Mulut memang tak mampu saling menyapa. Tapi tatapan mata yang berbicara. 

Aku takut jatuh kedalam lubang yang sama. Aku takut perasaanku semakin dalam untukmu lagi. Memang, terlalu dekat jarak diantara kita. Namun terlalu jauh untukku meraih genggamanmu.
Mengapa Tuhan. Kau hadirkan kembali dia dikehidupanku yang baru ini? Mengapa harus dia? Mengapa bukan orang lain?

Untukmu cowok misterius yang selalu mempermainkan perasaanku.

Aku berharap lewat tulisan sederhana ini kamu tau. Betapa aku begitu mendambamu. Sejak awal kita bertemu. Hingga sekarang masih tetap sama. Meski ku tau kau telah bahagia bersamanya. Meski terlalu sering kau melahirkan air mata di wajahku. Tapi cinta ini tak akan pernah pudar untukmu :*

Aku tak pernah menyesal telah mengenalmu.
Meskipun berbagai macam cara ku lakukan untuk melupakanmu.
Aku tak pernah menyesal telah mengenalmu.
Karna kamu,
Pernah menjadi bagian penting dalam hatiku.
Karna kamu,
Mampu mengajariku arti sebuah keikhlasan.
Aku bahagia karna telah mengenalmu.

Untukmu cowok misterius yang telah mengajariku tentang banyak hal 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

jangan lupa komen yahh :)

Standard API (American Petrolum Institute)

  Oleh: Kivan Agung API yang merupakan singkatan dari American Petrolium Institute merupakan sebuah kode standar yang menentukan kualitas ol...