Jumat, 25 Oktober 2013

air mata kehidupan


TENTANG KITA 

Malam yang hangat. Suara angin yang terdengar gemuruh ditelingaku. Serta alunan lagu yang membuatku gundah tak menentu. Entah mengapa tiba-tiba aku teringat sebuah hal tentang aku dan dirinya yang kini semua kisah indah itu tlah terbungkus kenangan. Sejak pertama kali kita bertemu. Aku tak pernah menyangka akan ada kisah indah yang terjadi diantara kita. Kau yang aku kenal ternyata tak seperti yang ku fikirkan. Di balik sikap cuekmu itu tersimpan banyak misteri yang selalu membuatku penasaran. Penasaran untuk lebih jauh mengenalmu.
Hari demi hari kita lalui. Hingga berganti bulan. Memang, tak dapat di bohongi ada perasaan suka dalam hati kecilku. Tapi aku tak pernah berfikir apalagi berharap memilikimu. Tapi Tuhanlah yang menyatukan kita. Dan hari itu merupakan hari bersejarah di hidupku. Hari yang menumbuhkan kebahagiaan yang luar biasa untukku. Ternyata cintaku tak bertepuk sebelah tangan. Karena baru ku tau ternyata kau juga menyukaiku. Oww benar-benar tak pernah ku bayangkan sebelumnya. Akhirnya sekarang kau menjadi milikku.
Berawal dari hari itu kau mulai menunjukkan bagaimana dirimu yang sesungguhnya. Akupun demikian. Sampai beberapa bulan kemudian. Huhu membuatku mengangis sungguh tak tertahan lagi. Aku tak pernah tau. Dan aku baru tau keadaanmu separah itu. Kanker yahh bukanlah hal sepele. Tapi mengapa kau tak pernah memberitahuku tentang penyakitmu. Kau tau aku terlihat begitu bodoh. Sampai hal sepenting itu aku tak tau. Jika Tuhan mengizinkan biarlah aku yang menggantikan posisimu saat itu. Begitu menyakitkan. Aku tak bisa berbuat apapun. Yang ku bisa Cuma berdo’a dan memohon semua itu akan berakhir.
Sungguh terlalu menyakitkan untuk mempercayai semua ini. Apalagi saat melihat penyakitmu kambuh. Hatiku seakan teriris pisau yang begitu tajam. Hingga butuh waktu yang lama untuk menyembuhkan luka ini.
Semakin lama kaupun semakin terlihat berbeda. Aku tak tau mengapa. Kau yang ku kenal sekarang tidak seperti kau yang ku kenal dulu. Kini aku seperti orang lain bagimu. Aku semakin takut kehilanganmu. Kau berubah.
Aku merasa kita semakin jauh. Ternyata ini bukan mimpi. Dalam hati aku terus bertanya-tanya. Mungkin kau menjauhiku karna kau sudah tak inginkan aku lagi menjadi kekasihmu. Atau mungkin? Kau tak ingin aku merasakan sakit lagi karena penyakitmu itu? Entahlah apa yang dia inginkan aku tak mengerti. Sampai pada suatu hari tiba-tiba kau putuskan aku. Mengapa? Aku terus bertanya mengapa? kau tak pernah memberikanku alasan yang jelas. Hati ini hancur. Kisah indah itu menjadi suram.
Tarakhir kau ucapkan kata ‘bukan karna hati kita jauh, tapi tempat kita terlalu jauh. aku sayang kamu. Jika jodoh suatu saat kita pasti ketemu’. Dan itu semakin membuatku bingung. Sampai sekarang akupun masih tak mengerti. Dalam sekejab kau menghilang. Akupun tak pernah tau bagaimana kabarmu sekarang. Hmmm. Tiba-tiba air mata ini menetes perlahan membasahi pipi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

jangan lupa komen yahh :)

Standard API (American Petrolum Institute)

  Oleh: Kivan Agung API yang merupakan singkatan dari American Petrolium Institute merupakan sebuah kode standar yang menentukan kualitas ol...